Cedera Hamstring : Macam, Penyebab, & Pengobatannya Lengkap

Olahraga menjadi salah satu pilihan bagi sebagian besar orang untuk menerapkan gaya hidup sehat selain menjaga pola makan. Namun begitu bukan berarti melakukan olahraga tidak akan mengalami resiko seperti cedera otot.

Dan salah satu cedera otot yang bisa saja dialami oleh semua orang ketika melakukan aktivitas fisik yaitu cedera hamstring. Cedera hamstring maupun cedera lutut sering dialami oleh para pemain sepak bola, pelari atau aktivitas fisik apapun yang membutuhkan gerakan kaki.

Mungkin beberapa dari kita masih belum mengetahui apa itu cedera hamstring dan apakah bisa disembuhkan? Dan bagaimana cara mengatasinya? Untuk menjawab semua pertanyaan tersebut, mari kita simak pembahasannya di bawah ini!

 

1. Apa Itu Cedera Hamstring

apa itu cedera hamstring
apa itu cedera hamstring

Semua orang bahkan atlet sekalipun dapat mengalami cedera hamstring. Cedera hamstring merupakan keadaan otot yang mengalami tarikan, hal ini bisa digambarkan ketika otot yang terdapat pada paha terutama bagian belakang meregang akibat tarikan bahkan bisa mengalami sobekan.

Cedera hamstring biasa dialami saat melakukan aktivitas seperti berlari, melompat, menendang atau melakukan peregangan yang berlebihan (seperti yoga dan pilates) serta suatu gerak lainnya yang membutuhkan permulaan dan perhentian dalam waktu singkat. Orang yang pernah mengalami cedera hamstring sebelumnya ada kemungkinan bisa mengalami cedera hamstring di kemudian hari nanti.

 

2. Cara Mencegah Cedera Hamstring

Ada beragam cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadi cedera hamstring terutama bagi yang gemar melakukan olahraga yang cenderung menggunakan otot hamstring. Adapun cara – cara yang bisa dilakukan yaitu:

  • Jangan lupa untuk selalu melakukan pemanasan sebelum melakukan olahraga dan diakhiri dengan gerakan pendinginan.
  • Rutin melakukan peregangan atau latihan penguatan otot hamstring untuk menghindari cedera hamstring suatu hari nanti.
  • Bagi yang ingin meningkatkan intensitas latihan terutama bagi atlet ada baiknya lakukan secara bertahap.
  • Jangan paksakan diri dan segera berhenti untuk berolahraga jika merasakan sakit pada bagian belakang paha.

Berikut ini ada beberapa latihan gerakan yang dapat mencegah cedera hamstring tanpa menggunakan alat bantu kebugaran:

  • Walking lunge
Walking lunge
Walking lunge

Yaitu gerakan melangkah ke depan dengan salah satu kaki kemudian tekuk kedua lutut hingga membentuk 90 derajat. Posisikan tubuh untuk tetap tegak dengan membusungkan dada serta mencondongkan punggung sedikit ke arah belakang.

  • Side lunge

Merupakan gerakan peregangan kaki ke arah samping tubuh di mana salah satu kaki ditekuk sedangkan kaki lain diluruskan dengan posisi tubuh tetap tegak.

  • Romanian deadlift
Romanian deadlift
Romanian deadlift

Berdiri dengan satu kaki ke arah belakang. Kemudian tekuk kaki yang lain sambil mempertahankan kaki yang berada di belakang, secara perlahan badan juga ikut diturunkan.

  • Jump box

Melakukan lompatan dengan kedua kaki di mana posisi pendaratan berada di atas kotak atau permukaan yang lebih tinggi dari awal pijakan.

 

3. Macam Cedera Hamstring

Berdasarkan tingkat keparahan, cedera hamstring terbagi menjadi tiga tingkatan atau kategori yaitu:

tingkatan cedera hamstring
tingkatan cedera hamstring

a. Tingkat / Katagori 1

Pada tingkat ini otot hamstring mengalami peregangan atau tertarik namun cukup ringan. Tingkat cedera ini memerlukan waktu beberapa hari untuk penyembuhan.

b. Tingkat / Kategori 2

Untuk tingkat 2 terjadi robek pada otot hamstring namun hanya sebagian atau setengah bagian otot saja. Cedera otot ini membutuhkan waktu beberapa minggu bahan beberapa bulan untuk dapat kembali seperti sedia kala.

c. Tingkat / Kategori 3

Sedangkan untuk tingkat keparahan kategori 3 telah terjadi robekan pada seluruh otot hamstring. Pada kondisi ini biasanya membutuhkan waktu cukup lama untuk penyembuhan bisa dalam hitungan minggu bahkan beberapa bulan.

Lamanya proses penyembuhan otot harmstring tergantung dari tingkat atau kondisi keparahan yang dialami. Untuk tingkat 1 pada umumnya terjadi pada orang – orang bukan atlet atau atlet pemula.

Cara penyembuhan cukup dengan banyak beristirahat serta tidak melakukan aktivitas yang dapat memberikan beban pada otot hamstring. Sedangkan untuk tingkat 2 dan 3 biasanya dialami oleh atlet yang sering menggunakan otot hamstring secara berulang – ulang.

Biasanya cedera tingkat ini terjadi pada atlet yang sering melakukan gerakan seperti berlari dalam waktu yang sangat lama ataupun sering melakukan gerakan melompat dan proses penyembuhannya juga membutuhkan waktu yang sangat lama.

 

4. Gejala / Tanda Cedera Hamstring

Secara umum cedera hamstring terjadi secara tiba – tiba dan akan menimbulkan rasa sakit yang luar biasa pada bagian belakang paha. Setelah beberapa jam akan terjadi pembengkakan di bagian yang cedera.

Tidak hanya itu saja, bagian yang cedera akan mengalami perubahan warna atau memar di sepanjang belakang kaki serta terjadi kelemahan otot dan ketidakmampuan untuk berdiri maupun berjalan. Ada baiknya untuk segera pergi ke dokter jika mengalami gejala seperti:

  • Kaki yang mengalami cedera tidak mampu menahan beban termasuk beban kaki itu sendiri.
  • Orang yang mengalami cedera tidak dapat berjalan lebih dari 4 langkah tanpa disertai rasa sakit yang luar biasa.
  • Pembengkakan atau cedera tidak kunjung membaik meskipun sudah melakukan penanganan sekalipun.

 

5. Penyebab Cedera Hamstring

Penyebab Cedera Hamstring
Penyebab Cedera Hamstring

Sebelumnya kita perlu mengetahui terlebih dahulu jika otot hamstring terdiri atas tiga jenis otot. Letak otot ini berada di sepanjang bagian belakang paha, lebih tepatnya berada di bawah pinggul sampai sedikit pada bagian bawah lutut.

Ketiga otot tersebut memungkinkan kita untuk dapat menekuk lutut atau meluruskan kaki ke arah belakang tubuh. Jika salah satu dari tiga otot hamstring tertarik ataupun ditarik melebihi batas kemampuan saat melakukan aktivitas fisik, bisa jadi otot tersebut mengalami cedera atau biasa dikenal dengan sebutan cedera hamstring.

Ketiga otot hamstring memiliki nama yaitu semimembranosus, semitendinosus serta otot bisep femoris. Bagi atlit lari atau saat sedang melakukan olahraga lari, cedera otot sering terjadi pada otot bisep femoris yaitu otot yang berada di titik pertemuan antara otot degan tendon. Sedangkan cedera otot semimembranosus disebabkan karena peregangan dan terjadi pada bagian atas paha belakang.

 

6. Faktor Resiko Orang Yang Cenderung Terkena Cedera Hamstring

Resiko Orang Yang Cendrung Terkena Cedera Hamstring
Resiko Orang Yang Cendrung Terkena Cedera Hamstring

Ada beberapa faktor yang dapat menimbulkan resiko seseorang mengalami cedera hamstring antara lain:

  • Orang berusia lanjut akan sering mengalami cedera otot hamstring sebab kemampuan otot untuk meregang semakin terbatas.
  • Orang tersebut pernah mengalami cedera hamstring sebelumnya.
  • Memiliki saraf punggung bawah yang terjepit.
  • Terlalu berlebihan dalam melakukan aktivitas olahraga.
  • Mengalami kelelahan atau berada pada kondisi kesehatan yang sedang buruk.
  • Tidak melakukan pemanasan ketika melakukan olahraga.
  • Mempunyai berat badan berlebih atau obesitas sehingga berakibat melemahnya otot glutes. Otot glutes dan otot hamstring secara bersama – sama membantu seseorang untuk bergerak.
  • Kelenturan otot yang cukup buruk. Pada saat ini kondisi otot tidak mampu menahan beban atau tekanan ketika melakukan aktivitas.
  • Otot berkembang tidak seimbang. Para ahli juga berpendapat jika cedera hamstring bisa menjadi rentan terjadi jika otot paha di bagian depan atau quadriceps lebih kuat dibandingkan dengan otot hamstring.

 

7. Obat & Pengobatan Cedera Hamstring

A. Pengobatan Di Rumah

  • Perbanyak Istirahat. Usahakan untuk tidak melakukan aktivitas fisik apapun termasuk melakukan gerakan yang dapat memperparah kodisi otot hamsting.Sebaiknya hindari jenis kegiatan yang memicu rasa nyeri, pembengkakan atau rasa tidak nyaman ketika menggerakan kaki. Jika terpaksa untuk bergerak sebaiknya mengunakan tongkat penyangga agar kaki yang mengalami cedera tidak perlu menyangga berat badan.
kompres saat cedera hamstring
kompres saat cedera hamstring
  • Menempelkan Es Batu. Jika baru mengalami cedera ada baiknya untuk segara menempelkan es batu pada bagian yang sakit. Hal ini juga bisa dilakukan sebagai pertolongan pertama sembari menunggu petugas medis datang.Menempelkan es batu juga bisa dilakukan selama satu hari pertama setelah mengalami cedera. Lakukan selama 10 sampai 15 menit setiap 2 hingga 3 jam sekali untuk mengurangi rasa sakit, peradangan pada otot atau pembengkakan.Perlu diperhatikan juga jika bagian kulit yang ditempelkan es batu berubah warna menjadi pucat sebaiknya hentikan segera.
  • Kompres Pada Bagian Yang Bengkak. Tidak ada salahnya untuk membalut kaki yang bengkak dengan perban kompres elastis sampai kondisi kaki benar – benar pulih.Jangan membalut kaki terlalu ketat agar aliran darah yang berada di kaki tidak terhambat. Tidak perlu ragu untuk mengendurkan perban kompres jika merasa terlalu ketat bahkan menimbulkan rasa sakit, mati rasa bahkan pembengkakan di bagian bawah daerah yang dibalut.
  • Elevasi. Saat beristirahat tidak ada salahnya untuk duduk atau berbaring dengan memposisikan kaki berada di atas dan bukan sengaja diangkat.Cara penyangga untuk kaki seperti bantal atau gantungan khusus kaki agar posisi kaki berada di atas atau lebih tinggi dari jantung.Dengan begitu cairan yang berlebih pada kaki akan mengalir turun akibat adanya gaya gravitasi sehingga pembengkakan yang terjadi pada kaki bisa berkurang.
  • Jika dirasa rasa sakit sudah berangsur membaik bisa melakukan olahraga ringan, melakukan pemanasan, tidak lupa untuk melakukan peregangan di awal dan akhir latihan dan selalu memastikan untuk menggunakan teknik olahraga yang tepat.
  • Jika rasa sakit tidak kunjung hilang, tidak ada salahnya untuk mengkonsumsi obat pereda rasa sakit yang mengandung ibuprofen, acetaminophen atau paracetamol. Namun sebelum itu konsultasikan ke dokter terlebih dahulu agar menghindari efek samping mengkonsumsi obat.
  • Tidak ada salahnya untuk menggunakan splint lutut agar mempertahankan posisi kaki dalam keadaan netral. Dengan begitu proses penyembuhan akan berjalan dengan cepat.

 

B. Waktu Harus Periksa Ke Dokter

cara menyembuhkan cedera hamstring dengan dokter
cara menyembuhkan cedera hamstring dengan dokter

Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa tingkat atau kondisi dari cedera hamstring terbagi menjadi 3 kategori. Waktu yang tepat ketika periksa ke dokter jika rasa sakit tidak berangsur membaik.

Ada kemungkinan cedera hamstring yang dialami termasuk ke dalam kategori 2 atau 3. Jika sudah seperti itu, satu – satunya cara penyembuhan hamstring harus melakukan operasi untuk dapat menyambungkan kembali otot yang robek dengan cara dijahit.

Operasi juga bisa dilakukan jika cedera hamstring disertai avulsi tendon. Setelah melakukan operasipun pasien harus menggunakan tongkat untuk menjaga agar otot hamstring selalu dalam posisi rileks serta jangan melakukan aktivitas yang membutuhkan beban berat pada kaki.

Untuk proses penyembuhannya sendiri biasanya membutuhkan waktu selama 3 – 6 bulan atau tergantung dari seberapa parah cedera hamstring yang dialami. Sedangkan untuk memulai berolahraga kembali (terutama untuk para atlet) sebaiknya dilakukan setelah mendapatkan izin dari dokter terlebih dahulu.

Demikian penjelasan hobikusport.com yang dapat disampaikan mengenai cedera hamstring. Semoga informasi di atas dapat membantu dalam menambah wawasan serta pengetahuan mengenai cara pencegahan serta penanganan yang tepat jika mengalami cedera hamstring.

Ada baiknya untuk menanyakan kepada para ahli terlebih dahulu jika dirasa cedera yang dialami terlalu parah.

 

Referensi:

https://www.halodoc.com/kesehatan/cedera-hamstring

https://www.alodokter.com/cedera-hamstring

https://hellosehat.com/penyakit/cedera-hamstring-adalah-cedera-otot/

https://www.panditfootball.com/sains-bola/198348/SPR/160227/tips-latihan-mencegah-cedera-hamstring

Elen

Seorang yang antusias dan hobi olahraga. Hobi pula menuangkan coretannya mengenai informasi olahraga yang disertai dengan riset di blog ini. Menekuni dunia menulis sejak 2010.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *