20 Cedera Olahraga : Macam, Penyebab, & Cara Menanganinya (Lengkap)

Cedera terkadang tidak dapat kita hindari, bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Terutama saat kita rutin menjalani olahraga, salah melangkah atau kurangnya pemanasan sebelum memulai olahraga biasanya mudah terkena cedera.

Cedera juga merupakan kawan baik bagi para atlet olahraga yang seringkali didapat baik dari luar dirinya atau kesalahan sendiri. Di bawah ini akan dijelaskan berbagai macam cedera yang biasanya terjadi pada saat melakukan olahraga baik penyebabnya dan bagaimana cara penanganannya.

 

1. Cedera Ligamen Lutut : ACL, MCL, LCL, PCL

cedera ligamen lutut
cedera ligamen lutut

Istilah cedera ligamen yang paling umum dan dikenal adalah terkilir, hal ini disebabkan ketika jaringan ikat diduga membentang melewati kapasitas normal.

Cedera ligamen lutut bisa disebabkan oleh banyak faktor seperti memutar lutut dengan kaki ditahan, memperluas gerakan lutut terlalu jauh, melompat dan mendarat dengan lutut ditekuk.
Ada 4 macam ligamen yang rawan cedera di lutut:

  • Ligamentum Cruciatum Anterior (ACL), merupakan salah salah satu dari 2 ligamen di lutut yang menghubungkan tulang paha ke tulang-tulang kering di lutut. Cedera ini menyebabkan kecacatan di lutut.
  • Ligamentum Cruciatum Posterior (PCL) merupakan ligamen utama kedua pada lutut.
  • Ligamen Kolateral (LCL) merupakan ligamen yang menghubungkan tulang paha ke fibula. Tulang kecil kaki bagian bawah pada sisi samping atau luar lutut.
  • Medial Ligamen Kolateral (MCL) merupakan ligamen yang juga menghubungkan tulang paha ke tulang sisi medial dan lutut. Gejala yang muncul pada cedera ini adalah nyeri, bunyi krepitasi (krek), pembengkakan, dan ketidakmampuan untuk meletakkan berat badan pada titik tanpa rasa sakit.

 

2. Cedera Engkel/ Ankle

Cedera ini terjadi ketika ligamen yang mendukung tulang-tulang pergelangan kaki terenggang atau robek. Penyebab cedera pergelangan kaki ini sangat beragam misal dapat terjadi pada saat berolahraga, kesalahan dalam mendarat saat melompat atau berlari di permukaan yang tidak rata.

 

3. Cedera Hamstring

cedera hamstring
cedera hamstring

Cedera ini terjadi karena kondisi seseorang mengalami tarikan atau robekan pada otot hamstring. Otot hamstring adalah tiga otot besar yang berfungsi menghubungkan otot dan tulang, terletak pada belakang paha, memanjang dari pinggul hingga bagian bawah lutut.

Cedera ini menimbulkan rasa sakit disertai sensasi sobek atau putus di belakang paha secara tiba-tiba. Penyebab cedera ini karena otot hamstring merenggang melebihi batasnya saat melakukan aktifitas tertentu seperti berlari dan melompat.

Untuk mengurangi rasa sakit saat cedera disarankan untuk beristirahat total untuk menghindari aktivotas berlebihan pada tungkai, mengkompres, menggunakan alat bantu, membalut bagian yang cedera hingga meminum obat pereda rasa nyeri seperti ibuprofen.

 

4. Cedera Otak/ Kepala : Ringan Dan Berat

Cedera ini merupakan kondisi di mana struktur kepala mengalami benturan dari luar yang berpoteni menimbulkan gangguan pada fungsi otak. Terdapat 3 tingkat keparahan cedeamora kepala yaitu ringan, sedang dan berat.

Cedera ringan kepala ringan dapat menyebabkan gangguan sementara seperti mual, pusing, linglung, atau kesulitan untuk mengingat beberapa saat. Untuk cedera kepala sedang juga mengalami hal yang ssama dengan cedera ringan, namun dengan waktu yang lebih lama.

Sedangkan untuk cedera berat, komplikasi jangka panjang hingga kematian dapat terjadi jika tidak ditangani dengan tepat. Cedera ini terjadi karena adanya benturan keras seperti terjatuh dari ketinggian, kecelakaan atau cedera pada saat berolahraga.

 

5. Cedera Otot

cedera otot
cedera otot

Cedera otot atau yang sering disebut dengan kram merupakan cedera yang terjadi karena otot-otot tendon pada otot yang tertarik berlebihan karena tekanan besar yang disebabkan oleh aktivitas fisik yang berat atau sederhana secara berulang. Biasanya kram ini menyerang pada bagian punggung bawah, bahu, leher dan hamstring.

Untuk kasus ringan dapat diobati dengan metode pertolongan pertama sedangkan kasus yang parah mungkin memperlukan perhatian medis lengkap termasuk tindakan operasi.

Penyebab umum dari cedera ini adalah kurangnya pemanasan pada saat melakukan olahraga, kelelahan, tidak enak badan, kelelahan, atau bisa saja terjadi karena tiba-tiba saat tergelincir, kehilangan pijakan, melompat, atau mengangkat benda berat dalam posisi yang tidak tepat.

 

6. Cedera Mata

Cedera mata ringan sering kita alami, biasanya hanya diperlukan perawatan sederhana di rumah. Namun, ada beberapa jenis olahraga dan aktivitas dapat meningkatkan resiko cedera pada mata.

Olahraga yang beresiko tinggi seperti tinju, gulat, pencak silat, kasti, tenis dan lain sebagainya. Benturan pada mata dapat merusak kulit dan jaringan lain di sekitar mata, bola mata, atau tulang rongga mata.

Untuk mencegah cedera mata ada baiknya menggunakan pelindung mata pada saat bekerja dengan alat atau bahan yang dapat melukai mata. Gunakan kacamata yang dapat menyaring sinar UV, atau kenakan pelindung kepala untuk menghindari cedera mata secara langsung.

 

7. Cedera Punggung/ Tulang Belakang

cedera punggung atau tulang belakang
cedera punggung atau tulang belakang

Cedera tulang belakang merupakan hasil dari trauma langsung pada saraf di tulang belakang atau kerusakan tidak langsung pada tulang dan jaringan lunak serta pembuluh darah di sekitar sumsum tulang belakang. Pria lima kali lebih rentan mengalami cedera tulang belakang daripada wanita.

Kondisi ini sering sekali diakibatkan dari kecelakaan atau peristiwa kekerasan yang tidak terduga. Seperti, terkena tusukan atau tembakan, trauma dari kecelakaan terutama benturan di wajah, kepala, leher, punggung atau dada, jatuh dari ketinggian, cedera kepala atau tulang belakang akibat dari olahraga.

Untuk itu beberapa tes darurat harus dilakukan untuk mengobati cedera ini seperi x-ray, CT scan, atau MRI.

 

8. Cedera Metatarsal

Cedera ini merupakan sakit kaki dibagian atas yang sering diakibatkan cedera di jari terutama kelingking. Tulang panjang ini menghubungkan bagian tengah kaki dengan jempol kaki.

Jenis patah tulang yang diakibatkan oleh cedera metatarsal adalah Fraktur Avulsion yang merupakan cedera pada jari kaki bersamaan dengan terjadinya keseleo di pergelangan kaki.

Sedangkan Fraktur Jones adalah tulang yang patah di mana terjadi di puncak tulang metatarsal yang kelima. Bagian tersebut dekat dengan daerah luar dan tengah dari kaki yang terjadi karena tekanan berulang, cedera atau kejatuhan benda berat.

Fraktur Midshaft disebabkan karena kecelakaan atau kaki terplintir secara tidak normal atau berlebihan. Perlu penanganan medis lebih lanjut untuk menangani cedera ini hingga operasi jika diperlukan.

 

9. Cedera Meniskus

cedera meniskus
cedera meniskus

Meniskus merupakan tulang rawan bantalan yang memiliki bentuk seperti bulan sabit atau huruf C kecil dan  melekat antara tulang kering dan tulang paha.

Fungsi dari meniskus adalah untuk menjaga keseimbangan pada tubuh, menjaga agar tulang kering dan tulang paha tidak melakukan gesekan saat bergerak dan juga bagian untuk distribusi nutrisi ke jaringan maupun tulang rawan yang berada di tulang kering dan tulang paha.

Di kalangan olahragawan cedera lutut sering dialami akibat meniskus yang terluka atau robek diakibatkan karena paksaan terhadap lutu untuk melakukan rotasi saat kaki memijak dengan kuat.

Gejala yang dialami saat mengalami cedera ini adalah adanya bunyi klik di lutut, rasa nyeri atau sakit di bagian lutut, lutut terasa kaku atau terasa mengunci.

 

10. Cedera Medula Spinalis

Cedera ini akibat suatu kerusakan fungsi neurologis yang disebabkan seringkali oleh kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan hilangnya fungsi motorik dan sensorik pada daerah medulla spinalis.

Cedera ini lebih dominan pada pria usia muda sekitar lebih dari 75% dari seluruh cedera. Cedera ini menyebabkan gangguan sistem persyarafan di dalam tubuh manusia.

 

11. Cedera Leher

cedera leher
cedera leher

Salah satu cedera leher yang umum terjadi adalah rasa nyeri yang berada pada bahu menuju atas atau bagian bawah kepala. Sakit leher biasanya akan membaik setelah beberapa hari.

Kondisi ini jarang menjadi kondisi yang serius. beberapa hal yang menjadi penyebab sakit leher antara lain adalah otot terkilir, bekerja menghadap komputer maupun laptop dalam jangka waktu yang lama serta kesalahan posisi saat tidur. Sebagian besar kasus sakit leher disebabkan oleh aktivitas yang menyebabkan leher menjadi tegang.

Gejala sakit leher ditandai dengan pusing atau sakit kepala, otot kaku atau tegang, sulitnya kepala untuk bergerak hingga nyeri yang tersebar sampai tangan maupun kaki.

Untuk meredakan nyeri leher lakukan hal-hal berikut seperti, gunakan bantal keras dan ketinggian rendah saat tidur, lakukan latihan khusus untuk leher, mengompres leher dengan air hangat, hindari aktivitas yang butuh banyak gerakan leher, jaga postur leher.

 

12. Cedera Bahu

Salah satu sendi yang memiliki jangkauan gerak terbesar bila dibandingkan dengan seluruh sendi adalah persendian bola dan soket yang ada di bagian bahu. Karena pergerakan yang lebih besar inilah mengapa bahu sering mudah terluka.

Ada beberapa penyebab nyeribahu yang dirasakan baik ringan maupun serius seperti kelelahan, kegiatan yang berlebihan, luka memar, dislokasi atau terlepas dari sambungan, frozen shoulder, otot tertarik, robeknya tendon sekeliling bahu, retak atau fraktur lengan atas, fraktur pada tulang selangka.

Gejala yang terlihat adanya pembengkakan, mati rasa, kesemutan, nyeri, kemerahan atau perubahan warna lain, memar dan keterbatasan dalam jangkauan gerak normal bahu atau lengan. Nyeri bahu ini digolongkan pada masalah tulang.

 

13. Cedera Pergelangan Tangan

cedera pergelangan tangan
cedera pergelangan tangan

Cedera ini lebih sering dikenal dengan keseleo akibat adanya peregangan berlebihan pada ligamen yang terdapat di pergelangan tangan. Terdapat 3 tingkatan cedera dalam pergelangan tangan ini.

Yang pertama ligamen meregang tanpa jelas robek, yang kedua ligamen robek sebagian dan yang ketiga cedera dengan ligamen robek total.

 

14. Cedera Tulang Ekor

Dalam bahasa medis, cedera tulang ekor sering disebut dengan Coccydynia yang merupakan kondisi saat tulang ekor meradang akibat suatu rangsangan dan radang ini menimbulkan nyeri yang sangat mengganggu. Cedera ini akan membuat kita merasakan rasa tertusuk yang tajam di tulang belakang bagian bawah.

Rasa tertusuk ini biasanya muncul ketika sedang duduk dalam waktu yang lama. Penyebab lain dari cedera ini adalah trauma saat melahirkan, kompresi atau tekanan saat masa kehamilan, sindrom levator, masalah dengan tulang belakang, kegemukan atau obesitas serta adanya infeksi atau tumor.

Untuk meredakan nyeri ada baiknya minum obat penghilang nyeri atas anjuran dokter, melakukan peregangan ringan, dan lebih banyak bergerak.

 

15. Nyeri Pinggang

nyeri pinggang
nyeri pinggang

Cedera punggung bawah ini banyak dialami karena terlalu sering mengangkat beban, bersepada atau bermain golf, tenis dan bisbol. Sedangkan rasa nyeri di daerah punggung beberapa di antaranya disebabkan oleh herniated disk, otot atau tendon yang sobek bahkan hingga terjepitnya syaraf.

Cedera ini bisa diobati dengan cara istirahat dan memberikan kompres es dan ada baiknya untuk menghindari mengangkat beban berat melebihi kapasitas tubuh atau melakukan gerakan membungkuk. Untuk menangangi syaraf yang terjepit dapat melakukan tindakan PRICE (Protection, Rest, Immobilization, Compression, Elevation).

 

16. Cedera Siku

Cedera pada siku ini dapat terjadi akibat radang otot yang menerus karena digunakan untuk menahan beban atau selalu bergerak. Rasa sakit ini muncul biasanya ketika menggerakan, mengangkat lengan atau tangan.

Biasanya cedera ini dialami karena sering berolahraga seperti bulutangkis, tenis, golf, voli atau angkat beban yang sering menggunakan siku sebagai tumpuan. Untuk mengurangi rasa sakit, kompres bagan siku dan bagian sakit selama 20 sampai 30 menit.

 

17. Cedera Achilles Tendon

Cedera Achilles Tendon
Cedera Achilles Tendon

Cedera ini terjadi pada otot tumit hingga betis, biasanya sering terjadi saat melakukan olahraga seperti sepak bola, basket, voli dan lari. Rasa sakit yang dirasakan diakibatkan oleh robeknya tendon.

Gejala utama dari cedera ini adalah rasa nyeri dan pembengkakan di bagian belakang tumit. Terdapat 2 jenis Achilles Tendinitis, Insertional Achilles Tendinitis yang mempengaruhi bagian bawah di mana tendon tersambung ke tumit, biasanya terjadi pada usia berapa saja.

Sedangkan yang kedua adalah Non-Insertional Achilles Tendonitis, berpengaruh pada sisi tengah tendon dan terdapat pembengkakan serta penebalan di area ini. Biasanya terjadi paling umum diantara orang muda yang aktif.

Umumnya cedera ini dapat pulih dengan cara memberikan waktu istirahat untuk kaki atau bisa dilakukan dengan mengompres dengan es pada bagian yang sakit serta mengangkat tumit pada posisi yang lebih tinggi.

 

18. Cedera Tulang Kering

Cedera ini juga disebut dengan shin splints, yang merupakan cedera dimana atlet mengalami kesakitan pada bagian tulang kering atas, dan pada betis. Cedera ini biasa akibat adanya aktifitas fisik yang dilakukan secara tiba-tiba seperti meningkatkan intensitas joging dalam segi kecepatan ataupun segi ketahanan.

Segera kompres dengan air es pada bagian betis dan tulang kering guna mengurangi rasa nyeri pada bagian tersebut. Ada beberapa cara untuk mencegah terjadinya cedera ini yaitu lakukan pemanasan dengan baik sebelum olahraga, gunakan sepatu yang tepat terutama dengan sol atau bantalan yang mendukung bentuk kaki anda, sebisa mungkin lakukan kegiatan fisik di permukaan tanah yang datar.

 

19. Dislokasi

dislokasi
dislokasi

Merupakan cedera berat yang dialami atlet karena sendi mengalami pergeseran. Cedera jenis ini harus mengalami perawatan intensif dan membutuhkan penyembuhan dalam jangka panjang.

Adapun gejala dislokasi dapat dilihat diantaranya sendi bengkak dan memar, bagian sendi yang terluka berwarna merah atau menghitam, bentuk sendi menjadi tidak normal, terasa sakit ketika bergerak, dan mati rasa disekitar area sendi.

Pengobatan yang dilakukan untuk cedera ini disesuaikan dengan area dan tingkat keparahan yang dialami pasien, seperti melakukan reduksi, merupakan tindakan yang dilakukan untuk mengembalikan tulang ke posisi semula.

Setelah adanya tindakan kembalinya tulang ke tempat semula atau imobilisasi, selanjutnya dokter akan mengupayakan untuk menghambat pergerakan sendi menggunakan penyangga gips dalam waktu beberapa minggu. Saat tulang tidak dpat kembali ke tempat semula, dokter akan melakuka operasi.

Tak hanya jika tulang tidak dapat kembali ke tempat semula, operasi juga akan dilakukan jika terjadi kerusakan pada saraf, pembuluh darah maupun ligamen yang posisinya dekat dengan diskolasi. Setelah itu akan dimulai proses rehabilitasi untuk pemulihan jangkauan pergerakan dan kekuatan sendi sesaat setelah dilakukan pelepasan penyangga.

 

20. Bursitis

Merupakan peradangan akibat iritasi atau infeksi pada kantung berisi cairan lutut yang disebut bursa. Bursa sendiri berfungsi sebagai peredam tekanan untuk meminimalkan gesekan antar jaringan yang membentuk lutut seperti tendon dan otot di sekitar sendi.

Pada lutut sendiri terdapat dua bursa utama, yaitu yang berada di atas tempurung lutut dan ada yang berada di ujung tulang kering atau biasa disebut dengan tibia.

Itulah tadi beberapa jenis cedera pada olahraga rangkuman hobikusport.com yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Ada baiknya untuk menghindari cedera agar melakukan pemanasan terlebih dahulu agar tidak sampai mengalami sakit nyeri dan sebagainya.

Selain pemanasan, perlengkapan keamanan pun perlu digunakan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Utamakan keselamatan dalam berolahraga!

 

Referensi :

https://www.webmd.com/fitness-exercise/sports-injuries-a-to-z

https://hellosehat.com/hidup-sehat/kebugaran/10-jenis-cedera-olahraga/

https://health.uzone.id/10-jenis-cedera-olahraga-yang-paling-sering-terjadi

https://www.unitypoint.org/livewell/article.aspx?id=591d8cf1-1ee5-4cb3-b662-a5f21f6f13bc

https://www.verywellhealth.com/sports-injury-guide-the-common-types-of-sports-injuries-190447

Elen

Seorang yang antusias dan hobi olahraga. Hobi pula menuangkan coretannya mengenai informasi olahraga yang disertai dengan riset di blog ini. Menekuni dunia menulis sejak 2010.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *