Hiking & Trekking A Sampai Z (Terlengkap) Dibahas Disini

Ketika berlibur ke alam, seringkali kita menyebut kata hiking atau trekking untuk mendefinisikan kegiatan jalan-jalan di lingkungan sekitar sambil melihat alam bebas.

Nah, sebenarnya apa ya maksud dari hiking dan apa itu trekking? Apakah persamaan dan perbedaan hiking dan trekking? Simak penjelasan detail berikut ini agar tidak bingung.

 

1. Hiking

hiking
hiking

Hiking berasal dari kata dasar hike yang artinya jalan kaki atau berbaris dengan tujuan kesenangan dan menggerakan badan yang kemudian hiking memiliki arti sebagai kegiatan berjalan kaki outdoor bisa sendiri atau beregu dengan mengandung unsur rekreasi, permainan dan olahraga dengan rute yang terpetakan seperti sudah ada petunjuk atau plangnya.

Jadi tidak hanya sekedar jalan kaki dan berbaris seperti arti dari kata dasarnya.

Kemudian, biasanya kegiatan hiking mengedepankan pemilihan track dengan panorama yang indah, menyejukan, yang tidak bisa kita temui sehar-hari. Hal ini pula yang menjadi tujuan para hikers, yaitu relaksasi dari kejenuhan kegiatan sehari-hari. Biasanya daerah-daerah perbukitan dan lereng gunung menjadi tujuan favorit.

Jenis-jenis hiking sendiri beragam tergantung pada apa saja kegiatan yang dilakukan selama hiking tersebut. Berikut beberapa jenis hiking,

 

a. Hiking Pemula / Pramuka

hiking pramuka atau pemula
hiking pramuka atau pemula

Bagi para hikers (sebutan para penggiat hiking) pemula, tidak boleh sembarang turun ke alam tanpa persiapan fisik maupun peralatan yang memadai. Mengingat perjalanan yang dilakukan tidak hanya sekedar jalan-jalan biasa tetapi akan melewati track dengan medan perjalana yang tidak biasa serta tidak akan kita duga. Untuk itu penting mempersiapkan hal-hal berikut,

  • Persiapan fisik

Sebelum melakukan hiking, seorang pemula harus siap melakukan latihan fisik minimal seminggu sebelum hari keberangkatan. Perjalanan jauh dengan medan yang menantang bisa menyebabkan penumpukan asam laktat yang dapat mengganggu metabolism tubuh kemudian dapat menganggu pernapasan karena perbedaan suhu.

Persiapan fisik yang dapat dilakukan seperti membiasakan berjalan kaki dalam kehidupan sehari-hari, misalnya jalan ke kosan selama masih bisa dijangkau dengan jalan kaki ketimbang naik ojek online. Kemudian rutin melakukan olahraga dalam seminggu 2 kali, pilih yang cocok dengan diri sendiri bisa berenang, jogging, lari, sit up atau push up.

  • Peralatan Hiking
  1. Packing Carrier
  2. Sleeping Bag
  3. Pakaian
  4. Sarung tanga, buff, kaos kaki
  5. Topi
  6. Sepatu hiking
  7. Survival kit dan navigasi
  8. Senter
  9. Obat-obatan
  • Persiapan Makanan

Bawa makanan yang praktis untuk dimasak seperti sereal, oatmeal dan susu. Bisa juga makanan kaleng seperti sardines atau kornet. Jangan membawa daging atau makanan yang cepat busuk lainnya.

Mengingat kegiatan hiking yang akan panjang, lebih baik siapkan makanan ekstra karena perut akan cenderung mudah lapar ketika hiking serta siapkan air minum yang banyak.

 

b. Ultralight Hiking

Ini merupakan salah satu jenis hiking dengan memegang prinsip membawa bawaan yang ringan namun tetap memerhatikan keamanan diri selama melakukan perjalanan di alam. Jenis hiking ini bisa diterapkan bagi individu maupun beregu. Ultralight hiking bukan berarti harus mengurangi barang-barang bawaan secara kuantitas namun membuat peralatan-peralatan yang dibawa menjadi lebih sederhana dan praktis dibawa tanpa kehilangan kualitas penggunaannya.

Jenis ultralight hiking ini awalnya diawali oleh Emma Rowena Gatewood di tahun 1955 yang kemudian dipopulerkan Ray Jardine pada 1989, ia membawa base weight seberat 11 kg lalu pada 1944 base weightnya 4.1 kg saja. Cerita ini dibukukan pada sebuah buku berjudul PCT Hiker’s Handbook.

Ultralight hiking biasanya bisa kita terapkan pada perjalanan hiking selanjutnya karena kita memerlukan banyak pengalaman, sekiranya mana saja peralatan yang bisa diringkas jadi lebih sederhana, mana satu peralatan yang bisa digunakan dengan banyak manfaat.

Peralatan yang dibawa saat ultralight hiking antara lain,

  • Tas ransel

Apabila pada tracking biasanya membawa carrier, maka pada ultralight hiking kita membatasi bawaan kita pada sebuah ransel saja. Pilihlah ransel yang kuat dengan muatan 25-35 Liter.

  • Sleeping bag

Dari berbagai jenis sleeping bag, pilihlah yang ringan untuk mengurangi ruang di tas.

  • Matras

Bawalah matras dengan bahan alumunium foil karena bahannya yang ringan dan packingnya kecil daripada matras hitam.

  • Alat masak

Saat melakukan ultralight hiking agar praktis sebagai solusi bisa membawa kompor dengan bahan spirtus yang satu paket dengan nesting.

  • Pakaian

Perkirakan secara matang kira-kira berapa lama di perjalan sampai pulang sehingga tidak membawa pakaian berlebih.

  • Peralatan lainnya

Peralatan lainnya yang perlu kita siapkan dengan system ultralight hiking antara lain headlamp atau lampu di kepala, kebutuhan navigasi, obat-obatan dan P3K, alat makan dan survival kit jangan ketinggalan.

 

c. Solo Backpack Hiking

solo backpack hiking
solo backpack hiking

Ini merupakan hiking secara individual saja artinya seseorang melakukan perjalan sendirian tanpa beregu dengan tim. Perjalanan hiking sendirian seperti ini tentu memerlukan persiapan lebih karena apapun yang terjadi di perjalanan akan kita hadapi sendirian dan seluruh tanggung jawab berada pada diri kita sendiri, oleh karena itu pikirkan matang-matang sebelum melakukan solo backpack hiking.

Jenis hiking ini tentunya akan melatih kemandirian dan kepercayaan diri kita. Untuk itu diperlukan 3 prinsip yang penting saat mempersiapkan perbekalan solo backpack hiking yaitu kemanan diri sendiri, kenyamanan selama membawa barang bawaan di perjalanan dan untuk menghilangkan rasa kebosanan bisa mempersiapkan hiburan seperti handphone atau playlist lagu.

Selain perbekalan, seorang hikers solo perlu mempersiapkan hal-hal lain yang tidak kalah pentingnya seperti,

  • Izin pada keluarga dan orang tua
  • Banyak mencari review mengenai medan perjalanan dan banyak bertanya pada yang sudah berpengalaman
  • Persiapkan mental, sikap yang sopan selama perjalanan
  • Berusaha ramah dengan sesame hikers lainnya walaupun belum kenal sebelumnya
  • Jangan memaksakan diri
  • Selalu menjaga kebersihan dan jangan melanggar peraturan yang berlaku

 

2. Trekking

trekking
trekking

Mungkin sebagian besar orang masih belum tahu mengenai perbedaan trekking dengan hiking. Jadi trekking sama-sama perjalanan di alam bebas secara outdoor namun bedanya trekking rutenya lebih panjang, tempatnya jauh dari sarana transportasi dan rutenya tidak terpetakan.

 

a. Trekking Pemula

Trekking memiliki waktu perjalanan lebih panjang dan biasanya memakan waktu lebih panjang seperti perjalanan sehari semalam. Untuk itu dibutuhkan persiapan yang lebih ekstra daripada hiking.

Berikut beberapa tips dalam mempersiapkan trekking,

  • Latihan fisik

Dalam melatih fisik kita untuk menghadapi rute perjalanan yang tidak pendek dan akan memakan banyak waktu akan membuat tubuh kaget dengan perjalanan sejauh itu. Oleh karena itu, dua minggu sebelum melakukan perjalanan trekking, usahakan rutin berolahraga dan latih kekuatan kaki dengan berjalan di rute yang pendek dulu kemudian naik satu tahap demi tahap maka lama kelamaan tubuh akan terbiasa.

  • Hindari Trekking Solo

Karena lebih berat dari berbagai sisi daripada hiking, sangat disarankan untuk membawa teman-teman dalam perjalanan untuk mengurangi resiko berbahaya yang tidak terduga serta sebagai teman berbincang selama perjalanan yang panjang.

  • Bekal yang cukup dan tidak berlebihan

Trekking yang panjang tentu akan membuat tubuh mudah lapar oleh karena itu persiapkan bekal yang cukup namun tidak perlu berlebihan yang dapat membuat tubuh keberatan beban.

  • Pakaian dan Sepatu khusus Trekking

Kenali kondisi lintasan trekking yang akan dituju untuk memilih alas kaki yang sesuai. Namun yang paling aman ialah sepatu khusus trekking yang nyaman dipakai dalam berbagai medan. Pilihlah pakaian dan celanan yang dapat menyerap keringat dengan cepat, disarankan memakai pakaian panjang dan membawa jaket untuk mengurangi dingin di malam hari.

 

b. Jungle Trekking

ilustrasi jungle trekking
ilustrasi jungle trekking

Sesuai namanya, jungle trekking merupakan kegiatan trekking mengambil perjalanan di hutan luas atau alam liar. Namun kini jungle trekking sudah banyak dikemas sebagai objek pariwisata atau dikenal dengan istilah spot urban yang dikelola oleh perusahaan-perusahaan swasta, seperti di Taman Safri misalnya.

 

c. Solo Backpack Trekking

Meski tidak disarankan untuk trekking sendiri ke hutan liar, apabila tetap bertekad untuk tracking solo, pastikan hal-hal ini:

  • Peta wilayah daerah trekking
  • Kompas penunjuk arah
  • Barang-barang anti air, jas hujan atau ponco
  • Pemantik api
  • Peralatan pertolongan pertama
  • Pisau
  • Tabir surya atau kacamata hitam
  • Cadangan makanan energi tinggi
  • Air

Selain perlengkapan utama tersebut, ada beberapa tambahan yang perlu dibawa untuk membantu Anda sepanjang perjalanan, tergantung pada panjang atau bahaya perjalanan.

 

3. Perlengkapan Hiking & Trekking

peralatan hiking dan trekking
peralatan hiking dan trekking

 

a. Sepatu Hiking Trekking dan Gaiters

Pastikan menggunakan sepatu yang nyaman dengan kualitas tinggi untuk melakukan trekking. Pilih sepatu dengan daya mencengkram tinggi, tahan air dan sinar matahari, nyaman di kaki tidak kesempitan.

Sementara gaiters merupakan pelindung kaki bahan yang dikenakannya pada posisi atas kaki sepatu dan di bagian bawah celana, ini merupakan alat pelindung pribadi.

Penggunaan gaiters diawali pada zaman tentara perang dan koboi yang dibuat dari bahan kulit. Sementara saat ini gaiters dibuat dari kain sintetis seperti polyester, nylon atau cordura.

Gaiters biasanya digunakan untuk melindungi sepatu dan kaki ketika di outdoor dari kerikil, batu, debu dan cipratan lumpur.

Jangan bingung memilih sepatu hiking atau trekking yang pas untuk kebutuhan anda, simak rekomendasi sepatu hiking trekking untuk sepatu terbaik sesuai kebutuhan.

 

b. Trekking Pole

Merupakan peralatan yang sering dilupakan namun sebenarnya penting utamanya pada jalur trekking yang panjang. Fungsi dari trekking pole ini antara lain,

Sebagai penyeimbang tubuh

Ketika menemui medan yang tidak rata misalnya air sungai, jalan berlempur, jalan bebatuan, trekking pole membantu sebagai kaki tambahan atau penopang tubuh tambahan. Memegang trekking pole membuat perjalanan lebih percaya diri.

Penopang ketika turunan dan tanjakan

Bagi pemula akan lebih sulit menghadapi jalan yang menanjak dan menurun terjal. Untuk menambah kepercayaa dirian, penggunaan trekking poles dapat digunakan. Selain itu, trekking poles membantu dalam segi keamanan untuk menghindari resiko yang tidak diinginkan lebih besar.

 

c. Tas Gunung (Carrier), Daypack

tas gunung carrier
tas gunung carrier

Carrier merupakan tas yang biasa digunakan pendaki gunung dengan ukuran yang didesain dengan ukuran 40 liter sampai 100 liter. Didesain dapat membawa beban berat dan banyak namun praktis. Sandaran di pundaknya pun dibuat nyaman untuk penggunaan dalam waktu yang lama.

Pastikan memilih tas carrier yang anti air.

 

d. Tempat Air Cadangan

Membawa air merupakan hal yang sangat penting guna menghindari dehidrasi mengingat perjalanan yang akan panjang serta air yang digunakan untuk keperluan memasak.

Hal-hal yang tidak diduga memungkinkan untuk terjadi dan di luar kendali kita, oleh karena itu selalu siapkan air tempat air tambahan atau cadangan pada situasi darurat.

Tempat minum untuk melakukan hiking/trekking sendiri macam-macam jenis botolnya, antara lain:

  • Botol minum plastic atau PET

Botol ini cenderung lebih ringan untuk dibawa sehingga tidak menimbulkan beban tambahan.

  • Botol dari stainless steel

Botol dengan bahan ini dikenal kuat terhadap perubahan suhu dan tidak mudah rusak, sehingga jenis botol ini bisa menjadi pilihan saat hiking atau trekking.

 

e. Baju Cadangan dan Jas Hujan

kita tidak pernah tahu saat di perjalanan aka nada apa, apalagi dalam perjalanan jauh. Maka dari itu penting untuk selalu membawa cadangan seperti baju dan celana. Misal baju yang kita pakai terlalu lembab atau terkena air, bisa kita ganti dengan baju cadangan untuk menghindari kondisi lembab dalam tubuh yang dapat menyebabkan tumbuhnya jamur.

Jangan lupa juga selalu membawa jas hujan apalagi jika trekking di dalam hutan dan tiba-tiba hujan karena di dalam hutan cenderung tidak ada tempat berteduh.

 

f.  Matras dan Sleeping Bag

matras dan sleeping bag
matras dan sleeping bag

Bawalah matras berbahan alumunium foil untuk mendapatkan bahan yang ringan dan packagingnya yang kecil dan praktis. Selain matras berbahan alumunium foil bisa juga menggunakan matras hitam biasa.

Matras ini penting agar saat mau duduk dan tidur akan terasa nyaman mengingat permukaan jalan saat hiking dan trekking tidak selalu datar dan kadang berlumpur.

Selanjutnya sleeping bag juga merupakan peralatan wajib saat hiking atau trekking, fungsinya bisa membantu mengurangi hawa dingin yang menusuk serta menghindari gigitan binatang kecil malam-malam yang membuat tubuh tidak nyaman.

 

g. Perlengkapan Serba Guna Survival Kit: Pisau, Korek Api, Dll

Keadaan di alam bebas lagi-lagi tidak bisa kita prediksi dan sering di luar dugaan, oleh karena itu penting untuk membawa survival kit atau peralatan-peralatan kecil namun serbaguna yang tidak kita duga bisa bermanfaat. Peralatan-peralatan tersebut antara lain,

  • Benang nylon dan kail pancing

Di perjalanan saat trekking dan hiking bisa saja kita kehabisan makanan, kita bisa berburu binatang yang bisa dimakan seperti ikan misalnya di sungai.

  • Pisau

Disarankan membawa pisau yang kecil namun serbaguna, bisa untuk memotong ranting-ranting yang mungkin menghalangi perjalanan, sebagai perlindungan diri dari hewan-hewan liar.

 

h. Senter Dan Headlamp

Apabila perjalanan membutuhkan waktu seharian penuh dan hari mulai gelap, kita tentu memerlukan penerangan berupa senter di tangan dan headlamp atau senter yang menyatu di sebuah helm, headlamp ini lebih praktis untuk menerangi jalanan karena sejajar dengan pandangan kita.

Untuk senter sendiri ada banyak macam jenisnya mulai yang kecil hingga besar. Silakan pilih sesuai kenyamanan pribadi atau apabila hiking atau trekking secara beregu bisa membagi tugas ada yang membawa senter kecil, sedang dan besar.

 

i. Tenda

tenda kemah
tenda kemah

Tenda merupakan peralatan wajib yang bisa kita gunakan ketika mau beristirahat, berteduh dari hujan atau badai yang mungkin datang dan sebagai atap untuk tidur di malam hari.

Dalam memilih tenda, ada hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain,

  • Ukuran

Ukuran tenda berupa panjang, lebar dan tinggi disesuaikan dengan banyaknya bawaan, ruang gerak kita dan berapa kapasitas orangnya demi menjaga suhu udara dalam tenda agar tetap stabil, jangan terlalu longgar atau telalu sempit.

  • Berat

Saat ini kita bisa memilih tenda dengan frame berbahan alumunium yang lebih ringan sehingga tidak begitu membebankan bawaan.

  • Lapisan tenda

Ada dua jenis lapisan yang bisa kita pilih sesuai kebutuhan,

1. Single Layer
Tenda satu lapisan lebih cocok digunakan di tempat yang tidak begitu dingin seperti di daerah pantai. Meski praktis dan ringan, namun tidak disarankan membawa tenda satu lapisan saat musim hujan karena beresiko tenda akan bocor dan malah menganggu keamanan perlatan lain serta tidak nyaman.

2. Double layer

Tenda dua lapisan disini terdiri dari inner dan flysheet sehingga akan lebih berat daripada tenda satu lapisan. Tenda ini sangat disarankan dibawa saat musim hujan untuk menghindari resiko kebocoran meski ada peluang sedikit air akan meresap.Tenda dua lapisan ini tentu akan memakan waktu lebih lama dalam pemasangannya tetapi akan sangat berguna ketika hujan turun, kita bisa memasak di dalam tenda karena ada ruang ekstra atau teras yang disebut vestibule.

 

j. Jaket Outdoor

Membawa jaket saat hiking atau trekking jelas benda wajib yang tidak akan dilupakan namun yang sering salah ialah ketika membawa jaket biasa untuk hiking atau trekking.

Pilihlah jaket khusus hiking atau trekking yang bersifat waterproof dan windproof. Biasanya jaket yang waterproof atau jaket anti air ini sekaligus bisa menahan angin. Sedangkan jaket windproof belum tentu tahan air.

Memang jaket khusus hiking dan trekking yang waterproof ini akan lebih mahal dari jaket biasa tetapi akan sangat berguna selama di perjalanan apalagi bagi yang hobi hiking dan trekking, penggunaannya akan awet.

 

5. Hiking Vs Trekking, Perbedaan Hiking dan Trekking

ilustrasi hiking trekking
ilustrasi hiking trekking

Masih banyak orang yang menyebut istilah hiking dan trekking tanpa tahu makna sebenarnya. Karena keduanya sama-sama merupakan perjalanan di alam bebas. Lalu dimana letak perbedaan anatar hiking dan trekking?

Hiking merupakan perjalanan aktivitas outdoor di alam terbuka dengan rute perjalanan yang sudah ditentukan atau resmi dibuat seperti adanya petunjuk dan plang. Sementara trekking sifatnya bisa dibilang lebih ekstrim lagi, karena perjalanan yang ditempuh lebih panjang serta melewati rute-rute yang tidak terpetakan sebelumnya.

Kemudian dari segi waktu, hiking cenderung dilakukan 2 – 8 jam saja jadi memungkinkan untuk pulang pergi di hari yang sama sementara trekking karena memiliki lintasan yang lebih panjang serta kita tidak mengetahui jalan-jalan resminya, maka trekking membutuhkan waktu 2 – 6 hari.

 

6. Jalur Hiking & Trekking Terkenal / Favorit

ilustrasi jalur hiking terkenal
ilustrasi jalur hiking terkenal

a. Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat

setelah bencana gempa pada Juli 2018, akhirnya jalur trekking menuju Gunung Rinjani kembali dibuka pada 14 Juni 2019 secara resmi oleh pemerintah daerah pada semua jalur yaitu jalur Senaru, Sembalun, Aikberik dan Timbanuh.

Dengan catatat masih tidak diperbolehkan trekking ke Danau Segara Anak dan Gunung Rinjani dengan alasan rawan longsor. Ternyata tempat trekking seperti ini juga bermanfaat sebagai perekonomian warga sekitar, apabila jalur trekking di tutup maka warga sekitar akan kehilangan mata pencahariannya.

Perlu diketahui, bulan-bulan yang baik untuk melakukan trekking menuju daerah Gunung Rinjani ini ialah April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, November dan Desember. Namun pada pertengahan Desember ketika musim hujan trekking tidak dilakukan karena akan licin. Lama trekking hanya diizinkan hingg maksimal 5 hari, jika melebihi 5 hari maka dianggap telah melanggar peraturan.

Bagi yang suka trekking, jalur paling digemari ialah dimulai dari Desa Sembalun Lawang, kemudian perjalanan selama 7 jam akan diarahkan ke kawah Plawangan Sembalun dari sini bisa langsung menuju Gunung Rinjani dengan memakan waktu hingga 4 jam.

Perjalanan dari Desa Sembalun Lawang ke Kawah Plawangan Sembalun didominasi dengan panorama savanna yang indah, melewati punggungan gunung dan ada jurang di kanan dan kiri. Namun juga akan melelahkan karena terik matahari yang menyengat. Jalur ini tidak begitu curam dibanding jalur lainnya.

 

b. Bali : Ubud, Gunung Batur

bali ubud gunung batur
bali ubud gunung batur

Apabila ke Bali, cobalah pengalaman trekking yang satu ini. Pemandangan sunrise bisa dinikmati dari Gunung Batur, Bali dengan menempuh perjalanan hingga dua setengah jam untuk mencapai puncak. Meski sering dikatakan cepat dan mudah tetapi ada juga yang berpendapat jalur trekking Gunung Batur ini cukup licin dan terjal.

Perjalanan dimulai dari Pura Jati Luhur sekitar jam 3 pagi dan diperkirakan sampai dipuncak sekitar jam 6 pagi. Apabila ingin memakai jasa guide disini bisa juga sekitar 400.000 rupiah.

 

c. Jawa Timur : Gunung Semeru, Kawah Ijen Gunung Ijen, Danau Ranu Kumbolo

jalur yang menjadi favorit salah satunya ialah jalur Ranu Pani, ini merupakan suatu desa di kaki Gunung Semeru. Dari Ranu Pani masih cukup jauh dan selama trekking di jalur ini akan dimanjakan dengan panorama alam yang luarbiasa indah seperti savanna, bukit, hutan, taman lavender, kabut serta gunung-gunung.

 

 d. Gunung Nglanggeran, Yogyakarta

gunung nglanggeran yogyakarta
gunung nglanggeran yogyakarta

Bagi yang baru pertama kali trekking, Gunung Nglanggeran bisa menjadi destinasi pilihan yang tepat. Gunung ini juga sering disebut sebagai Gunung Api Purba, dikatakan purba karena dulunya pernah aktif.

Perjalanan menuju kesini harus ditempuh dengan kendaraan pribadi sekitar 25 KM dari pusat kota. Untuk mencapai puncak memerlukan waktu kurang dari satu jam. Bila disbanding gunung-gunung lainnya, trek menuju gunung ini cukup landai sehingga bisa terjangkau para pemula.

 

e. Bukit Lawang Sumatera Utara

Bagi yang ingin menikmati trekking di Sumatera, cobalah menuju Bukit Lawang. Perjalanan bisa dilakukan dengan bis dari terminal Pinang Baris dengan ongkos sekitar 20.000 rupiah.

Bukit lawing ini identic dengan kehidupan Orang Utan di alam bebas sehingga disarankan memakai jasa guide khusus saat trekking disini apalagi yang baru pertama kali trekking di Sumatera.

Dengan biaya sekitar 150.000 rupiah kita akan melakukan perjalanan sekitar 6 jam dengan tube rafting sekitar 30 menit dan makan siang buah-buahan segar.

 

f. Jakarta

Mengingat di Jakarta tidak ada gunung atau spot alam khusus, bagi warga ibu kota yang ingin melakukan trekking singkat juga bisa tetap dilakukan di daerah sekitar Jakarta seperti daerah Bogor. Pilihan jalur trekkingnya antara lain:

Gunung Munara di Bogor yang bisa ditempuh dalam waktu 2 jam untuk menikmati sunrise serta akan disuguhkan dengan hamparan hijau dank abut.

Gunung Kapur masih di Bogor yang bertempat di Desa Cikuray ini bisa didaki kurang dari 1 jam. Dari puncaknya kita bisa menikmati pemandangan kota Bogor dan bisa melanjutkan perjalanan ke Goa AC.

 

g. Jawa Barat : Sentul, Bogor

Di daerah Sentul, Bogor tempat trekking yang menjadi favorit ialah kawasan Gunung Pancar. Ada sensasi yang berbeda disini karena kita akan disuguhkan dengan pemandangan hutan pinus di kanan-kiri.

Bagi yang ingin menikmati matahari terbit bisa mulai mendaki malam dan mendirikan tenda di kawasan puncak gunung ini.

 

h. Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur : Desa Wae Rebo, Gunung Kelimutu

Selain ke Pulau Komodo, destinasi menuju Pulau Flores utamanya Desa Wae Rebo bisa menjadi piliha. Dengan menempuh jalur yang naik turun serta lumayan curam akan terbayar dengan keindahan pemandangan di atas awannya. Kalau malam bonusnya kita bisa melihat bintang-bintang yang rasanya lebih dekat.

Budaya lokal di daerah sini masih kuat serta warganya yang ramah dengan pengunjung akan membantu perjalanan trekking lebih lancar sekaligus kegiatan warga lokal ini menjadi pemandangan selama trekking seperti masak di tungku kayu, menjemur kopi hingga memberi makan ayam.

 

i. Gunung Kerinci, Jambi

Trekking lainnya di Sumatera ialah Gunung Kerinci di Jambi. Destinasi yang satu ini biasanya dilewati oleh yang berpengalaman karena gunung ini tergolong gunung berapi tertinggi di Indonesia.

Menuju Gunung Kerinci ini akan melewati 3 pos, 3 shelter, sampai barulah di puncaknya yang memerlukan waktu lebih dari 9 jam dari gerbang pendakian.

Karena sering hujan disarankan memakai alas kaki yang memadai serta membawa jas hujan.

 

j. Annapurna, Nepal

annapurna nepal
annapurna nepal

Pada tingkat internasional, Nepal juga menjadi destinasi tujuan para penggiat trekking di dunia. Annapurna Base Camp, Nepal menjadi tempat trekking favorit dan terbanyak di kunjungi setelah Everest. Jalur trekkingnya relatif panjang yaitu 60-80 KM namun sering dikatakan jalur trekking disini termasuk aman tetapi tetap kita tidak bisa menganggap remeh suatu jalur trekking.

Di setiap desa jalur ini biasanya sudah banyak berdiri penginapan sehingga bisa mengurangi beban membawa tenda untuk menginap.

Nah itu dia pembahasan mengenai hiking dan trekking hobikusport.com beserta destinasi tujuan yang bisa menjadi pilihan, kegiatan ini sungguh menyenangkan sekaligus menantang, melakukan perjalanan ke alam bebas bersama teman-teman bisa menjadi pengalaman berharga yang tidak terlupakan.

Selain itu juga dapat membangun solidaritas, saling menghargai, kemandirian dan tanggung jawab. Namun untuk memerlukan perjalanan ini pun butuh pertimbangan dan persiapan yang matang, tentu akan ada resiko yang siap dihadapi.

Sudah siap hiking dan trekking?

 

Referensi

http://begonia-adventure.com

indooutdoor.com

berjalanterus.com

trekkingrinjani.com

ulinulin.com

Elen

Seorang yang antusias dan hobi olahraga. Hobi pula menuangkan coretannya mengenai informasi olahraga yang disertai dengan riset di blog ini. Menekuni dunia menulis sejak 2010.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *