Jalan Cepat A-Z : Teknik, Peraturan, Manfaat, Jarak, dll

Jalan Cepat (racewalking) A sampai Z dari pengertian, start, teknik dasar, peraturan, manfaat, jarak, sejarah, nomor, fase tahapan posisi badan, dll terlengkap

Dalam cabang olahraga atletik, jalan cepat sudah diperlombakan sejak lama. Sesuai dengan namanya para peserta harus berjalan dengan cepat sampai menuju garis finish.

Pada olahraga jalan cepat pejalan tidak diperbolehkan berlari saat melakukannya. Dapat dikatakan jika kaki harus selalu berada di atas atau kontak dengan tanah.

Untuk mengetahui lebih jelas mengenai apa itu jalan cepat dan bagaimana cara melakukannya, berikut ini adalah penjelasannya. Mari disimak!

 

1. Pengertian & Sejarah Singkat Jalan Cepat

jalan cepat
jalan cepat

 

Jalan cepat atau race walking merupakan cara bergerak ke arah depan tanpa memutus dengan tanah. Artinya setiap melangkah kaki depan harus selalu menyentuh tanah sebelum akhirnya kaki belakang meninggalkan permukaan tanah.

Ketika melangkah, salah satu kaki harus berada di atas permukaan tanah dengan posisi kaki harus lurus dan lutut tidak bengkok dan juga tumpuan kaki dalam keadaan tegak lurus.

Berdasarkan sejarah, lari cepat yang berasal dari kebudayaan Inggris yakni melakukan jalan kaki dengan jarak yang cukup jauh yang dikenal dengan sebutan pedestrianism. Sejak abad ke 19, jalan cepat telah menjadi olahraga populer di seluruh dunia sama halnya dengan lomba pacuan kuda.

Hal ini dikarenakan jalan cepat dan pacuan kuda memiliki persamaan dalam hal taruhan. Setiap pembalap akan melakukan perlombaan selama beberapa hari bahkan ada juga peserta lain yang dapat bertahan lebih dari 40 hari yakni pembalap akan berjalan sejauh 1 mil setiap jam.

 

2. Atletik / Jarak Jalan Cepat Yang Diperlombakan

A. Jarak jalan cepat yang diperlombakan

nomor jalan cepat
nomor jalan cepat

 

Jalan cepat telah menjadi bagian dari Olimpiade pada tahun 1908 yang saat itu dikhususkan untuk pria. 84 tahun kemudian wanita baru bisa berpartisipasi dalam perlombaan di Olimpiade. Dalam perlombaan, jarak yang digunakan untuk melakukan jalan cepat pada umumnya berkisar antara 3000 meter sampai dengan 100 kilometer.

Secara terperinci nomor jalan cepat yang diperlombakan:

  • Pria nomor lari jalan cepat menempuh jarak 10, 20, 30, 50 km.
  • Junior A (pria): 5, 10, 20 km.
  • Junior B (pria): 5 dan 10 km.
  • Pelajar pria: 1, 3, 5 km.
  • Wanita nomor lari jalan cepat dengan jarak tempuh 3, 5, 10, 20 km.
  • Junior A (wanita): 3 dan 5 km.
  • Junior B (wanita): 3 dan k km.
  • Pelajar wanita: 1 dan 3 km.

 

B. Kejuaraan atletik jalan cepat mulai diperlombakan di Indonesia pada tahun

Di Indonesia sendiri, jalan cepat mulai diperlombakan sebagai nomor perlombaan di kejuaraan nasional atletik di tahun 1978. Jarak jalan cepat yang diperlombakan untuk nomor wanita yaitu 5 km dan 10 km, sedangkan untuk pria nomor jalan cepat yang diperlombakan yaitu 10 km dan 20 km.

 

C. Atlet jalan cepat yang berprestasi

Rio Liu Hong
Rio Liu Hong

 

Dari cabang olahraga jalan cepat telah melahirkan beberapa atlet berprestasi yang telah tercatat dalam sejarah, yaitu Ken Matthews yang berhasil memenangkan perlombaan jalan cepat sejauh 20 km pada Olimpiade tahun 1960. Tidak hanya Ken saja, Don Thompson telah menjadi juara di perlombaan Olimpiade pada tahun 1964 setelah menempuh jarak jalan cepat sejauh 50 km.

Pada tahun 2015, Rio Liu Hong dari nomor wanita berhasil memecahkan rekor dunia untuk jarak 20 km dan 50 km, selain itu Liu juga berhasil mendapatkan emas pada Olimpiade untuk jarak 50 km.

 

D. Peraturan jalan cepat

Dalam setiap perlombaan terdapat peraturan yang harus dipatuhi seluruh peserta lomba termasuk perlombaan jalan cepat. Peraturan pada lomba jalan cepat yang harus ditaati antara lain:

  • Ketika melangkah salah satu kaki harus selalu dalam kondisi berdekatan atau kontak dengan permukaan tanah.
  • Diskualifikasi atau larangan melakukan perlombaan berlaku ketika peserta lomba:
  1. Gagal atau tidak memenuhi definisi dari jalan cepat saat perlombaan.
  2. Melakukan pelanggaran ketika perlombaan jalan cepat sedang berlangsung.
  3. Ketika lomba jalan cepat dilaksanakan di atas lintasan atau track, maka peserta yang mendapatkan diskualifikasi harus meninggalkan lintasan.Sedangkan jika lomba jalan cepat dilakukan di jalan raya, peserta yang mengikuti perlombaan dan mendapat diskualifikasi harus segera melepas nomor di dada dan segera keluar dari area perlombaan.

 

3. Teknik / Prinsip Dasar / Cara Jalan Cepat

A. Start yang digunakan dalam perlombaan jalan cepat adalah start berdiri

start berdiri jalan cepat
start berdiri jalan cepat

 

Untuk memulai perlombaan jalan cepat, posisi start yang digunakan yaitu start berdiri. Sebab dalam melakukan jalan cepat, start kurang berpengaruh pada hasil perlombaan sehingga tidak terdapat teknik khusus yang bisa dipelajari ataupun dilatih.

 

B. Karakteristik gerakan langkah dalam jalan cepat

Secara umum, gerakan jalan cepat tidak terlalu berbeda dengan gerakan jalan biasa. Hanya saja gerakan jalan cepat lebih kompleks untuk beberapa gerakan tertentu.

Karakteristik dari gerakan dasar jalan cepat antar lain:

  • Paha kaki diangkat dan diayun ke arah depan lutut.
  • Untuk tungkai bawah dibiarkan bergantung secar rileks seraya mengayunkan paka ke arah depan.
  • Tungkai bawah secara bersamaan ikut terayun ke depan hingga lutut menjadi lurus ke depan
  • Ketika melakukan pendaratan kaki, bagian tumit kaki harus menyentuh tanah terlebih dahulu.
  • Secara bersama – sama ketika mengangkat tumit, ujung kaki yang bertumpu diangkat dari permukaan tanah dan diganti dengan kaki ayun.
  • Posisi badan ketika melangkah, kepala, dada, punggung, pinggang sampai tungkai bawah sedikit condong ke arah depan.
  • Posisi sikut ditekuk hingga membentuk sudut 90 derajat, ayunkan lengan kiri ke arah depan bersamaan saat mengangkat paha dan kaki kanan ke depan.
  • Gerakan antara lengan dan kaki harus selaras dan terkoordinasi dengan baik. Saat menggerakan lengan kiri, kaki kanan juga ikut digerakan sedangkan ketika lengan kanan digerakan, kaki kiri juga digerakan secara cepat.

 

C. Posisi badan yang benar saat melakukan jalan cepat

gerakan jalan cepat
gerakan jalan cepat

 

Di dalam teknik jalan cepat, posisi badan juga harus diperhatikan terutama sesaat setelah mendengar aba-aba atau peluit.

Posisi atau sikap badan ketika sedang melakukan gerakan jalan cepat yaitu badan harus menghadap lurus ke depan, posisi siku membentuk sudut 90 derajat dan tangan digerakan secara teratur dan berirama dengan langkah kaki ketika melangkah secara bergantian.

 

D. Cara memasuki garis finish dalam jalan cepat

Sebenarnya tidak ada teknik khusus dalam memasuki garis finish dalam jalan cepat. Secara umum tubuh hanya perlu berjalan lurus hingga akhirnya melewati garis finish.

Di saat yang sama kecepatan jalan dikurangi setelah melewati jarak lima meter dari garis finish sampai akhirnya berhenti. Gerakan perlambatan ini bisa dilihat dari tumpuan pada tubuh berubah dari kaki satu ke kaki lainnya.

 

4. Keterampilan Gerak Fase Jalan Cepat

A. Keterampilan gerak fase tumpuan dua kaki

fase tumpuan dua kaki
fase tumpuan dua kaki

 

Untuk melatih gerakan pada fase tumpuan dua kaki bisa dilakukan ketika kedua kaki berada di atas permukaan tanah. Di saat yang sama dilakukan gerakan dorongan yang diiringi dengan gerakan tarikan.

Pada gerakan tarikan biasanya waktunya lebih lama jika dibandingkan saat fase tumpuan dua kaki. Gerakan tarikan mengakibatkan gerakan berlawanan antara pinggul dengan bahu.

 

B. Keterampilan gerak fase tarikan

Untuk meningkatkan keterampilan gerak pada fase tarikan bisa dimulai dari gerakan fase tumpuan dua kaki selesai dilakukan. Untuk melakukan gerakan ini harus dilakukan oleh kaki depan sebagai akibat dari kerja tumit dan juga koordinasi pada seluruh bagian badan.

Gerakan ini berakhir ketika badan berada di atas kaki penopang.

 

C. Keterampilan gerak fase relaksasi

gerak fase relaksasi
gerak fase relaksasi

 

Pada gerak fase relaksasi dilakukan antara selesai fase tarikan dan memasuki fase dorongan kaki. Posisi pinggang berada pada bidang yang sama dengan bahu.

Sedangkan untuk lengan berada pada posisi vertikal dan paralel di samping tubuh.

 

D. Keterampilan gerak fase dorongan

Memasuki fase dorongan biasanya dilakukan setelah menyelesaikan fase relaksasi. Pada fase dorongan kaki tumpu diambil alih oleh titik pusat gravitasi badan.

 

5. Lintasan Jalan Cepat

A. Cara melakukan jalan cepat pada lintasan lurus

cara jalan cepat lintasan lurus
cara jalan cepat lintasan lurus

 

Untuk melakukan jalan cepat pada lintasan lurus ada beberapa teknik yang harus diketahui oleh peserta, antara lain:

  • Berjalan di sepanjang lintasan atau track dan usahakan untuk memposisikan telapak kaki agar dapat mengikuti garis lurus.
  • Menjaga badan untuk bergerak pada jalur lurus untuk mencegah terjadi pengurangan jangkauan langkah maupun kecepatan.
  • Selalu berkonsentrasi untuk gerak sebelah kaki pada fase penarikan dengan menancapkan tumit di tanah dan juga berkonsentrasi pada gerak kaki yang lainnya.
  • Sama seperti tahap di atas namun fokus pada gerakan kaki saat fase pendorong.
  • Secara stabil dan terkontrol, lakukan langkah percepatan dan langkah perubahan irama jalan terutama pada jarak pendek.

 

B. Cara melakukan jalan cepat pada tikungan

nomor jalan cepat
nomor jalan cepat

 

Tikungan merupakan jalur yang berbentuk melengkung sehingga diperlukan gerakan khusus yang harus dikuasai oleh seluruh pejalan. Berikut ini beberapa teknik khusus yang harus diketahui ketika melewati tikungan saat jalan cepat.

  • Usahakan posisi kepala dan badan untuk selalu tetap berada pada kondisi vertikal. Lengang bengkok hingga membentuk sudut 90 derajat.
  • Setelah kaki belakang melakukan dorongan dengan sempurna, gerakan maju ke arah depan, bengkokkan dan posisikan ujung kaki dekat dengan permukaan tanah.
  • Kaki yang ada di depan ditarik ke arah belakang lalu luruskan hingga mencapai fase penarikan dan dorongan.
  • Kedua kaki usahakan untuk selalu bergerak pada satu garis dalam arah jalan cepat. Dan fokuskan titik pusat gravitasi tubuh untuk mengikuti jalur yang sama.

 

6. Manfaat Jalan Cepat

manfaat jalan cepat
manfaat jalan cepat

 

Ada banyak manfaat yang diperoleh dari jalan cepat selain menjaga kebugaran tubuh. Manfaat tersebut antara lain:

  • Menghilangkan lemak tubuh. Saat melakukan jalan cepat, tubuh akan mengeluarkan banyak keringat.
    Keringat tersebut merupakan hasil dari pembakaran lemak di dalam tubuh sehingga cocok untuk orang yang sedang dalam program penurunan berat badan.
  • Meningkatkan fleksibilitas tubuh. Ketika melakukan gerakan jalan cepat, semua otot tubuh akan bergerak sehingga tidak heran jika semakin rutin melakukan jalan cepat maka tubuh akan menjadi semakin fleksibel dan mudah untuk digerakan.
  • Membuat tubuh menjadi kencang. Bagi yang dalam proses penurunan berat badan secara drastis sudah tentu mengalami masalah kulit yang mengendur.Untuk mengurangi masalah tersebut, melakukan olahraga jalan cepat secara rutin dapat membantu mengembalikan kulit tubuh menjadi lebih kencang kembali.
  • Membantu melancarkan peredaran darah di dalam tubuh. Tidak hanya mampu membakar lemak tubuh, berjalan cepat juga membantu melancarkan peredaran darah yang mengandung banyak oksigen ke seluruh tubuh.Sehingga tubuh menjadi lebih sehat, bugar dan juga tidak mudah merasa lelah jika banyak melakukan aktivitas.

 

7. Perbedaan Jalan Cepat dan Lari

perbedaan jalan dan lari
perbedaan jalan dan lari

 

Jika dilihat secara sepintas, jalan cepat dan lari tidak jauh berbeda. Keduanya memiliki persamaan dalam hal gerakan memindahkan tubuh ke depan dengan cara melangkahkan kedua kaki.

Namun keduanya memiliki perbedaan yakni saat melakukan jalan cepat selalu ada kaki yang kontak dengan permukaan tanah. Dengan kata lain, setiap saat akan ada salah satu kaki selalu bersentuhan dengan tanah dan kaki tersebut adalah kaki yang berada di posisi depan.

Sedangkan gerakan untuk lari, terdapat gerakan melayang saat melangkah. Artinya ada saat dimana kedua kaki tidak menyentuh atau menginjak permukaan tanah.

Itulah tadi penjelasan hobikusport.com mengenai Jalan Cepat A-Z : Teknik, Peraturan, Manfaat, Jarak, dll dan diharapkan bisa menjadi alternatif olahraga baru bagi kita yang bosan dengan olahraga lari. Semoga informasi di atas dapat membantu untuk mengetahui tentang cara dan teknik jalan cepat yang baik dan benar agar tubuh mendapatkan manfaat dari jalan cepat.

 

Referensi:

https://olahragapedia.com/pengertian-jalan-cepat

https://www.materiolahraga.com/2019/05/pengertian-jalan-cepat.html

http://olahraga.biz.id/2019/01/sejarah-jalan-cepat/

https://www.skokul.com/1397/pokok-pokok-peraturan-jalan-cepat/

Elen

Seorang yang antusias dan hobi olahraga. Hobi pula menuangkan coretannya mengenai informasi olahraga yang disertai dengan riset di blog ini. Menekuni dunia menulis sejak 2010.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *