Lari Estafet A-Z : Teknik, Peraturan, Lapangan, Sejarah

Lari estafet atau lari sambung dari A – Z membahas Pengertian, Start, Teknik Dasar, Peraturan, Lapangan, Sejarah, Nomor Lari, Peralatan dan lain-lain.

Salah satu jenis olahraga lari dari cabang olahraga atletik adalah lari estafet. Olahraga ini merupakan salah satu jenis olahraga yang dipermainkan secara beregu atau beregu dan memerlukan kecepatan serta kekompakan di dalam tim.

Takh hanya tingkat nasional, lari estafet juga sering dipertandingkan di tingkat internasional. Untuk lebih mengenal olahraga lari estafet, berikut ini dijelaskan berbagai macam hal yang berkaitan lari estafet mulai dari pengertian, teknik hingga sejarahnya.

 

1. Pengertian Lari Estafet (Estafet Termasuk Lari Jarak Pendek)

Ilustrasi Lari Estafet
Ilustrasi Lari Estafet

Definisi dari lari estafet alias lari sambung adalah olahraga yang menjadi bagian dari cabang atletik yang dilakukan dengan berlari secara bergantian atau beranting antara setiap anggota dalam satu tim. Pergantian pelari ini ditandai dengan pemindahan tongkat antara pemain satu dan lainnya sambil berlari cepat.

Jumlah atlet dalam satu tim terdiri dari empat orang pelari yang dibedakan menjadi pelari pertama, kedua, ketiga dan keempat.

 

2. Atletik / Nomor Lari Estafet yang Diperlombakan

Sebagai salah satu olahraga jenis estafet yang paling terkenal, nomor lari estafet yang diperlombakan 6 jenis. Nomor yang paling sering dikompetisikan adalah pada lintasan 4 x 100 meter dan 4 x 400 meter.

Nomor lain yang sedikit jarang diperlombakan adalah 4 x 200 meter, 4 x 800 meter dan 4 x 1600 meter.

Ada juga nomor yang baru dipertandingkan adalah lari estafet dengan tim campuran putra dan putri pada lintasan 4 x 400 meter. Nomor tim campuran ini baru diperkenalkan ketika diselenggarakan International Association of Athletics Federations (IAAF) di tahun 2017.

 

3. Teknik Dasar Cara Melakukan Lari Estafet

Teknik merupakan salah satu faktor yang cukup menentukan di sebuah olahraga, terutama untuk olahraga yang dikompetisikan. Apalagi lari estafet yang rawan dengan kesalahan seperti misalnya tongkat yang tidak sengaja terjatuh.

Untuk itu ada beberapa teknik lari estafet yang perlu diketahui dan dipelajari, antara lain adalah:

 

a. Start Lari Estafet Untuk Pelari Pertama, Kedua, Ketiga, Keempat

Start Lari Estafet
Start Lari Estafet

 

Seperti halnya lari jarak pendek, start dari pelari pertama pada olahraga lari estafet ini dilakukan dengna start jongkok dan pelari yang lain memulai dengan start berdiri. Untuk lebih detail, pelari jongkok dengan letak tangan di bagian belakang garis start.

Selain tangan, yang tidak boleh melebihi garis start adalah tongkat yang sudah ada di dalam genggaman. Peraturan ini harus diperhatikan agar atlet tidak didiskualifikasi sebelum berlari.

 

b. Teknik Memegang Tongkat Estafet

Teknik berikutnya adalah teknik dalam memegang tongkat lari estafet. Secara benar, memegang tongkat adalah di bagian ujung hingga ke bagian tengah dengan menggunakan tangan yang paling kuat dan stabil, entah kanan maupun kiri.

Untuk pelari selanjutnya, pemegangan tongkat dilakukan di bagian tengah ketika tongkat sudah diserahterimakan.

 

c. Teknik Penyerahan / Memberi Tongkat Estafet

Teknik Penyerahan Memberi Tongkat Estafet
Teknik Penyerahan Memberi Tongkat Estafet

 

Pemberian tongkat ke pelari selanjutnya dilakukan dari bawah dengan tangan kanan jika penerima menggunakan tangan kiri atau sebaliknya. Saat memberi tongkat, maka gerakan tongkat dengan cara diayunkan dari belakang ke depan dari sisi bawah.

Ketika pelari awal mengayunkan tongkat maka arahnya adalah ke depan diayun ke bagian atas pelari pertama atau mengarah ke bawah pelari selanjutnya. Lalu pelari di depannya sudah siap dengan tangan di belakang dan telapak tangan yang menghadap ke bawah.

Posisi tangan pelari yang menerima tongkat adalah di bawah pinggang. Pada posisi ini, ibu jari terbuka lebar dengan sisa keempat jari yang lain berada di posisi rapat.

 

d. Teknik Menerima Tongkat Estafet

Ada beberapa teknik berbeda ketika menerima tongkat estafet, di antaranya:

  • Visual – dengan menoleh atau melihat ke arah belakang yang mana hanya digunakan untuk lari estafet dengan jarak 4 x 400 meter.
  • Non Visual – lawan dari visual, maka non visual dilakukan dengan tidak menoleh atau melihat ke arah belakang karena jarak tempuh lintasan yang pendek, yaitu 4 x 100 meter.
  • Downsweep – cara ini dipraktekkan jika telapak tangan pelari yang menerima tongkat menghadap ke arah bawah dengan ketinggian lengan berada setingkat pinggul. Sementara ibu jari terbuka membentuk huruf V dengan keempat jari yang lain rapat. Tongkat diberikan oleh pelari pemberi dengan menempatkan tongkat di antara jempol dan jari.
  • Upsweep – berlawanan dengna downsweep di mana telapak tangan pelari penerima menghadap ke bawah, maka upsweep merupakan teknik di mana telapak tangan pelari penerima menghadap ke atas.
  • Pushpass – pada teknik ini pelari pemberi menyerahkan tongkat dengan cara memegang secara vertikal dan mendorong ke telapak tangan. Sedangkan pelari penerima mengarahkan tangan keluar tinggi ke belakang setingkat pinggang dengan telapak tangan menghadap ke bawah, berikut ibu jarinya.

 

e. Area Pergantian Tongkat Antar Pelari (Wissel) Berjarak 20 Meter dan Cara Menempatkan Antara Pelari-Pelari

Area Pergantian Tongkat Antar Pelari
Area Pergantian Tongkat Antar Pelari

 

Untuk melakukan estafet atau pergantian tongkat antar pelari, maka ada daerah tertentu yang masing-masing berjarak mulai 20 meter yang dijadikan patokan untuk tempat masing-masing pelari, yaitu :

  • Pelari pertama menempati start pertama menggunakan lintasan tikungan.
  • Pelari kedua menempati start nomer dua berada di lintasan lurus.
  • Pelari ketiga menempati start ketiga menggunakan lintasan tikungan.
  • Pelari keempat menempati start keempat menggunakan lintasan lurus hingga berakhir di garis finish.

 

f. Hal-Hal yang Harus Diperhatikan dalam Lari Estafet

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan di dalam olahraga lari estafet untuk meningkatkan kinerja tim agar hasil yang diperoleh maksimal. Beberapa hal tersebut antara lain:

  • Proses memberikan tongkat sebaiknya dilakukan bersilang. Misalnya seperti pelari 1 dan 3 memeberikan dengan menggunakan tangan kanan, sementara sisanya menerima dengan tangan kiri, atau sebaliknya.
  • Pelari ditempatkan sesuai dengan kelebihan masing-masing. Misalnya, pelari 1 dan 3 dipilih yang baik di tikungan, sementara sisanya memiliki keunggulan daya tahan yang baik.
  • Jarak antara pelari 2, 3 dan 4 diukur secara tepat sesuai dengan jarak saat melakukan latihan sebelumnya.
  • Hindari keluar dari lintasan masing-masing ketika sudah memberikan tongkat estafet pada rekan satu tim.
  • Jika dalam satu tim terdapat pemain dengan ketinggian berbeda, maka urutkan ketinggian pemain tersebut untuk tiap titik posisi dengan berurutan agar tidak kesulitan saat menerima tongkat.

 

4. Ukuran Lapangan / Lintasan Lari Estafet

 

Lintasan dari lari estafet memiliki ukuran panjang 20 meter dengan lebar 1,2 meter. Khusus untuk lari estafet 4 x 100 meter, lintasan ditambah 10 meter untuk area pra-zona yang digunakan oleh pelari untuk mempercepat area lari namun tidak diperkenankan digunakan untuk area pergantian tongkat.

Ukuran Lapangan Lintasan Lari Estafet
Ukuran Lapangan Lintasan Lari Estafet

 

5. Peraturan Perlombaan Lari Estafet

Ada peraturan untuk lari estafet yang perlu ditaati oleh para peserta agar tidak didiskualifikasi dan kompetisi yang dilakukan sah. Peraturan tersebut di antaranya:

  • Diikuti oleh 4 pemain baik untuk grup putra, grup putri maupun campuran.
  • Lari estafet dengan jarak 4×400 meter, peserta boleh mengambil tongkat estafet yang sudah jatuh ketika terjadi pergantian tongkat antar pemain meskipun ada kemungkinan tim tersebut kalah.
  • Untuk lari estafet jarak 4×100 meter, peserta boleh mengambil tongkat estafet yang sudah jatuh ketika terjadi pergantian tongkat antar pemain namun dengan resiko tim tersebut terkena diskualifikasi pada pertandingan.

 

6. Peralatan atau Perlengkapan Lari Estafet

a. Ukuran Tongkat Estafet

Ukuran Tongkat Estafet
Ukuran Tongkat Estafet

 

Tongkat yang digunakan pada lari estafet memiliki ukuran panjang antara 28 hingga 30 cm dengan berat 50 gram. Sedangkan diameter dibedakan menjadi dua, yaitu untuk nomor anak adalah 2,45 cm dan untuk dewasa adalah 3,81 cm.

Bentuk dari tongkat lari estafet adalah sebuah atau satu potong tabung mulus dan berongga. Material yang digunakan dapat terbuat dari logam, kayu atau material lain yang kaku.

 

b. Lintasan

Olahraga atletik cabang lari estafet menggunakan lintasan outdoor maupun indoor dengan daerah pergantian pemain sepanjang 20 meter dan ditambah 10 meter untuk daerah pra-zona. Lebar lintasan tiap pemain 1,2 meter.

Ada juga lari estafet yang diselenggarakan dengan pembagian lintasan yang berbeda untuk masing-masing pemain, yaitu:

  • Lari estafet cepat dengan jarak 400 meter – 200 meter – 200 meter – 800 meter .
  • Lari estafet jarak menengah dengan pembagian lintasan 800 meter – 400 meter – 1200 meter – 1600 meter.

 

c. Pada Pertandingan Internasional

Pada Pertandingan Internasional
Pada Pertandingan Internasional

 

Salah satu pertandingan estafet jarak jauh internasional pernah diselenggarakan di Kanada dengan konsep shore to shore. Setiap tim terdiri dari 6 hingga 12 orang dan perlu menempuh jarak 305 km.

Selain itu ada juga lari estafet Hood to Coast di Orego, Amerika Serikat. Para pelari menempuh jarak sepanjang 317 km dimulai dari puncak Gunung Hood dan finish di Samudra Pasiifik.

 

7. Sejarah Singkat Lari Estafet

Dilihat dari sejarahnya, lari estafet terinspirasi dari dua sejarah yang berbeda. Pertama adalah dari bangsa Yunani yang menggunakan estafet sebagai salah satu sarana pemujaan spritiual.

Alih-alih menggunakan tongkat seperti masa kini, bangsa Yunani melakukan pemujaan spiritual dengan melakukan pemindahan obor sebaga media benda yang dipindahkan. Pemindahan obor tersebut diteruskan bergantian ke daerah jajahan Yunani agar masyarakat setempat melakukan pemujaan kepada leluhur.

Sejarah yang kedua adalah terinspirasi dari kisah tiga suku bangsa kuno yaitu suku Maya, suku Aztek dan suku Inka. Sejarah dari ketiga suku bangsa ini adalah estafet yang dilakukan dengan lari bersambung dengan tujuan menyampaikan kabar penting.

Kisah sejarah yang kedua memang lebih dekat kemiripannya dengan lari estafet yang ada sekarang. Dari kedua kisah inilah yang membuat lari estafet menjadi salah satu olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade.

Lari estafet mulai dijadikan kompetisi Olimpiade pada tahun 1992 di Stockholm. Kompetisi ini menyelanggarakan lari estafet kategori 4 x 100 meter dan 4 x 400 meter khusus putra.

 

8. Manfaat / Tujuan latihan Lari Estafet

Manfaat Tujuan latihan Lari Estafet
Manfaat Tujuan latihan Lari Estafet

Seperti beberapa olahraga lari yang lain, manfaat yang dapat diperoleh dari lari estafet berguna bagi kesehatan fisik maupun mental.

Manfaat tersebut di antaranya adalah dapat meningkatkan metabolisme tubuh, meningkatkan sistem imun tubuh, melancarkan aliran darah dan mengurangi berat badan dengan membakar lemak berlebih.

Selain itu, untuk kesehatan psikologi juga dapat menurunkan stress, meningkatkan rasa percaya diri dan meningkatkan kelincahan.

Itulah tadi segala macam penjelasan hobikusport.com mengenai Lari Estafet A-Z : Teknik, Peraturan, Lapangan, Sejarah hingga manfaatnya yang baik untuk kesehatan mental maupun fisik. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan bagi semua.

 

Referensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Estafet
https://gurupenjaskes.com/teknik-dan-aturan-dasar-dalam-lari-estafet
https://www.berbagaireviews.com/2018/06/lari-estafet-pengertian-sejarah-teknik.html
https://en.wikipedia.org/wiki/Relay_race#Rules_and_strategy
https://www.topendsports.com/sport/list/athletics-relays.htm

Elen

Seorang yang antusias dan hobi olahraga. Hobi pula menuangkan coretannya mengenai informasi olahraga yang disertai dengan riset di blog ini. Menekuni dunia menulis sejak 2010.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *