Lari Jarak Pendek (Sprint) : Teknik, Peraturan, A – Z

A sampai Z Lari Jarak Pendek (Sprint) dari Pengertian, Nomor, Pengetahuan Dasar, Teknik, Peraturan, dll dibahas lengkap dalam artikel Lari Jarak Pendek (Sprint) : Teknik, Peraturan, A – Z.

Salah satu cabang olahraga atletik yang paling sering dikompetisikan adalah lari jarak pendek atau yang juga terkenal dengan sebutan sprint. Lembaga atau organisasi atletik internasional yaitu International Amateur Atloetik Federation (IAAF) dan juga di tingkat nasionalnya adalah Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI).

Berikut ini adalah beberapa infomasi penting dalam lari jarak pendek berikut tekniknya dan peraturannya.

 

1. Pengertian Lari Jarak Pendek

Ilustrasi Lari Jarak Pendek
Ilustrasi Lari Jarak Pendek

 

Lari jarak pendek atau yang disebut sprint memiliki beberapa pengertian di berbagai macam sumber kajian pustaka. Antara lain pengertian menurut Widodo (2010), Mujahir (2007), Sarifudin dan Muhadi (1992:41), Adisasmita (1992:35) dan juga Muhtar (2011:12).

Secara garis besar, lari jarak pendek sendiri adalah olahraga lari yang dilakukan dengan kecepatan maksimal menurut nomor atau jarak tertentu, yaitu 100 meter, 200 meter dan 400 meter. Pelari yang melakukan olahraga ini membutuhkan kecepatan yang baik dan reaksi yang cepat.

Oleh sebab itu, saat pelari melakukan start yang tepat, ia dapat lari dengan efisien dengan mempertahankan kecepatan dari awal start hingga sampai di finish.

 

2. Macam-macam Atletik / Nomor Lari Jarak Pendek yang Diperlombakan

Seperti yang telah disebutkan pada definisi lari jarak pendek sebelumnya, nomor lari jarak pendek yang diperlombakan ada 3 jenis, yaitu 100 meter, 200 meter dan 400 meter. Selain jarak yang berbeda, perbedaan mendasar lainnya terletak pada teknik lari serta manajemen penggunaan energi yang perlu dikuasai oleh setiap atlet lari.

Perbedaan teknik itu seperti misalnya untuk lari jarak 100 meter, maka pelari perlu memiliki energi lebih banyak untuk digunakan secara maksimal ketika berlari secepat mungkin dari awal hingga akhir. Sedangkan untuk lari jarak 400 meter memungkinkan atlet menggunakan teknik berlari dengan kecepatan penuh di jarak 50 meter terakhir saat mendekati garis finish.

Ada juga lari jarak pendek indoor yang dilakukan dalam jarak 60 meter dengan model track atau jalur lurus. Selain itu untuk lari jarak pendek 400 meter dapat dilakukan secara menerus atau 4 x 100 meter secara estafet.

 

3. Teknik Dasar Tahapan Lari Jarak Pendek

a. Start Lari Jarak Pendek

Start Lari Jarak Pendek
Start Lari Jarak Pendek

 

Beberapa teknik start dalam lari jarak pendek antara lain adalah :

  • Start pendek – disebut juga dengan bunch start teknik ini dilakukan dengan kaki kiri yang diletakkan di depan dan lutut kaki kanan terletak tepat di sebelah kanan dari kaki kiri. Jarak antara kaki kira dan lutut kanan kurang lebih adalah satu kepalan tangan. Dalam teknik start pendek, kedua tangan terletak tepat di bagian belakang garis start dengan posisi jari rapat dan ibu jari yang terpisah.
  • Start menengah – dikenal dengan sebutan medium start teknik ini menempatkan kaki kiri di bagian depan. Berbeda dengan bunch start, pada medium start lutut dari kaki kanan ditempatkan di sebelah kanan tumit kaki kiri dengan jarak kira-kira satu kepalan tangan. Sementara itu kedua tangan terletak di bagian belakang dari garis start. Sama dengan posisi jari start pendek, posisikan empat jari dengan rapat dan ibu jari terpisah.
  • Start panjang – sering disebut dengan long start pada teknik start ini posisikan kaki kiri di bagian depan dengan kaki kanan berada di posisi belakang kaki kiri berjarak kurang lebih satu kepalan tangan. Letakkan kedua tangan dengan posisi jari rapat dan ibu jari terpisah tepat di bagian belakang garis start agar tidak didiskualifikasi jika melebih garis.

Secara garis besar, melakukan start lari jarak pendek sebenarnya adalah meletakkan kaki terkuat di bagian depan. Dalam hal ini tentu saja di Indonesia akan ada banyak orang yang menggunakan kaki kirinya.

Kaki terkuat di bagian depan tersebut akan berfungsi sebagai tolakan yang memiliki kemampuan untuk melakukan dorongan sekuat tenaga yang mengarah ke depan. Dorongan ini dapat mempengaruhi jarak dan kecepatan awal ketika berlari nantinya.

 

b. Aba-aba Lari Jarak Pendek

Selain posisi awal start, tiga tahapan gerakan aba-aba dalam permulaan lari jarak pendek juga berpengaruh pada hasil akhir nantinya. Posisi tubuh pada aba-aba lari jarak pendek yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :

  • Bersedia – sesaat setelah aba-aba bersedia dikumandangkan, maka pelari akan berada pada teknik start dengan menyentuhkan kedua kakinya di blok bagian depan dan belakang. Setelah itu lutut kaki bagian belakang diposisikan menyentuh tanah dan terpisah satu sama lain satu kepal atau kedua kaki berjarak selebar bahu. Keempat jari rapat dengan ibu jari terpisah, atau bisa dikatakan telapak membentuk huruf V. posisikan kepala rata dengan punggung dan tatapan yang mengarah lurus ke bagian bawah.
  • Siap – setelah aba-aba bersedia, aba-aba siap akan diberitahukan dan pelari mengubah posisi lutut kaki belakang menjadi terangkat dengan kisaran sudut 120 hingga 140 derajat besarnya. Sementara itu lutut depan membentuk sudut 90 derajat. Selain itu, angkat pinggang lebih tinggi daripada bahu dan condongkan badan agak ke depan, termasuk bahu yang lebih maju dari kedua tangan.
  • Yaak – pada aba-aba terakhir atau yak, pelari serta merta meluruskan badan dan melakukan tolakan pada balok start dengan mengangkat kaki. Gerakan tersebut diiringi dengan diangkatnya tangan dari tanah yang dilanjutkan dengan diayunkan bergantian.

 

c. Sikap Tubuh Saat Lari Jarak Pendek

Sikap Tubuh Saat Lari Jarak Pendek
Sikap Tubuh Saat Lari Jarak Pendek

 

Pada saat melakukan lari jarak pendek, ada dua tahap khusus yang perlu dilakukan, antara lain :

  • Fase Topang – dilakukan untuk meminimalisisr hambatan ketika menyentuh tanah dan mengoptimalkan dorongan ke arah depan. Fase topang ini sendiri terdiri dari topang depan serta topang dorong.
  • Fase Layang – selain berguna untuk memaksimalkan dorongan ke arah depan, fase layang juga berfungsi untuk menempatkan kaki secara efektif dan efisien ketika menyentuh tanah di saat proses lari.

 

d. Cara Memasuki Garis Finish Lari Jarak Pendek

Selain teknik start, teknik posisi badan ketika aba-aba dan sikap tubuh pada proses lari jarak pendek, teknik memasuki garis finish juga perlu diperhatikan. Keberhasilan pelari dalam memasuki garis finish dinilai dari bagian tubuh yang secara vertikal sudah masuk ke dalam sisi terluar garis finish itu sendiri atau sisi yang paling dekat dengan pelari.

Beberapa hal yang paling sering dilakukan untuk mempraktekkan teknik memasuki garis finish adalah:

  • Memposisikan atau menjatuhkan dada ke arah depan.
  • Selain dada, salah satu bahu juga dapat diarahkan ke depan mendekati garis finish.
  • Lari dengan kecepatan tinggi hingga beberapa meter setelah melewati garis finish.

 

4. Diskualifikasi atau Hal-hal yang Dianggap Tidak Sah Pada Lari Jarak Pendek

Ilustrasi Diskualifikasi Pada Lari Jarak Pendek
Ilustrasi Diskualifikasi Pada Lari Jarak Pendek

 

Agar tidak mudah didiskualifikasi dalam kompetisi lari jarak pendek, maka ada beberapa hal penting yang perlu dilakukan, antara lain :

  • Lebih dari tiga kali melakukan kesalahan pada posisi start.
  • Keluar dari lintasan sendiri.
  • Berada di area lintasan pelari lain.
  • Mengganggu pelari lain.
  • Menggunakan obat-obatan terlarang atau perangsang (dopping).

 

5. Sarana dan Peralatan Lari Jarak Pendek

Ada dua sarana dan peralatan utama dalam olahraga lari jarak pendek, yaitu:

  • Lapangan / Panjang & Lebar Lintasan – lintasan atau ban yang digunakan dalam lomba lari memiliki jarak tiap lintasan seleber 1.22 meter sebanyak 8 buah.
  • Peralatan – alat yang digunakan oleh pelari tentu sepatu spikes. Sedangkan pelengkap peralatan yang lain adalah start block, tiang atau garis finish, stopwatch untuk mengukur kecepatan lari serta bendera start ataupun pistol.

 

6. Peraturan Lari Jarak Pendek

Peraturan Lari Jarak Pendek
Ilustrasi Peraturan Lari Jarak Pendek

 

Setiap perlombaan tentu memiliki peraturannya masing-masing. Peraturan lari jarak pendek diatur oleh organisasi atletik internasional IAAF dan juga di tingkat nasionalnya diatur oleh PASI.

Adapun beberapa peraturan tersebut antara lain :

  • Garis yang menunjukkan titik letak start maupun finish adalah garis selebar 5 cm yang siku-siku dengan batas tepi bagian dalam tiap lintasan. Pengukuran jarak perlombaan adalah dimulai dari tepian garis start hingga tepi garis finish terdekat.
  • Urutan aba-aba yang digunakan dalam kompetisi lari jarak pendek adalah bersedia – siap – yaak. Kata terakhir dapat diganti dengan bunyi pistol.
  • Lari dimulai setelah aba-aba terakhir yaitu kata yaak atau bunyi pistol.
  • Peringatan yang diberikan pada atlet yang melakukan kesalahan start maksimal 3 kali.
  • Terdapat empat tahapan yang dilakukan pada lomba lari jarak pendek, yaitu babak pertama, kedua, semi final dan terakhir babak final.

 

7. Atlet Lari Jarak Pendek (sprinter)

Atlet Indonesia pada cabang olahraga lari jarak pendek yang mampu mengharumkan nama di kancah Internasional antara lain adalah:

  • Mohammad Sarengat peraih medali emas pertama untuk Indonesia di Asian Games 1962.
  • Purnomo yang menjadi juara di Olimpiade Asia Terbuka tahun 1984.
  • Afdiharto Mardi Lestari yang berhasil masuk semifinal Olimpiade Seoul 1988.
  • Suryo Agung Wibowo juara SEA Games 2009.
  • Dedeh Erawati.
  • Irene Joseph.
  • Mohammad Zohri pemenang Kejuaraan Dunia Atletik U-20.

Sedangkan atlet lari jarak pendek luar negeri antara lain adalah:

  • Usain Bolt dari Jamaica yang berhasil mendapatkan medali emas 9 kali.
  • Yohan Blake yang spesialis jarak 100 meter dan 200 meter dari Jamaica.
  • Tyson Guy peraih medali emas di Osaka World Championship dari Amerika.
  • Jesse Ownens dari Amerika Utara
  • Justin Gatlin yang juga berkebangsaan Amerika.
  •  Assafa Powell dari Jamaica yang berhasil memecahkan rekor di tahun 2005 dan 2008.
  • Tommie Smith dari Amerika yang berhasil meraih medali emas di tahun 1968.

 

8. Sejarah Singkat Lari Jarak Pendek

Sejarah Singkat Lari Jarak Pendek
Ilustrasi Sejarah Singkat Lari Jarak Pendek

 

Lari jarak pendek merupakan satu-satunya olahraga yang pernah dipertandingkan di Olimpiade pertama yang diselenggarakan di negara Yunani pada tahun 776 SM. Olahraga ini dilakukan sebagai penghormatan pada seorang prajurit yang sudah membawa pesan dan berlari sejauh 40 km untuk mengabarkan kemenangan perang Yunani atas Persia dan kemudian meninggal.

Setelah lari jarak pendek, Olimpiade berikutnya mulai mempertandingkan cabang olahraga lain seperti memanah, lempar tombak, bela diri dan beberapa olahraga keprajuritan yang lain. sedangkan di tahun 1896, lari jarak pendek mulai diorganisir pada saat penyelenggaraan Olimpiade Modern pertama di Panathinaiko, Athena, Yunani.

 

9. Manfaat / Tujuan Latihan Lari Jarak Pendek

Selain bermanfaat bagi kesehatan tubuh secara umum, banyak hal positif dari latihan lari jarak pendek yang didapat oleh tubuh. Beberapa di antaranya adalah:

  • melatih kecepatan.
  • melatih ketahanan otot.
  • menguatkan tulang.
  • membantu menurunkan berat badan karena dapat membakar lemak.
  • meningkatkan pertumbuhan.
  • meningkatkan kelincahan gerak tubuh.

 

Itulah tadi beberapa infomasi penting dalam lari jarak pendek berikut teknik, manfaat serta beberapa atlet nasional dan internasional yang memiliki nama besar di dunia olahraga sprint. Semoga artikel Lari Jarak Pendek (Sprint) : Teknik, Peraturan, A – Z dari hobikusport.com ini dapat bermanfaat dan memberi tambahan ilmu pengetahuan di bidang olahraga atletik, khususnya lari jarak pendek.

 

Referensi :
https://www.kajianpustaka.com/2018/01/pengertian-teknik-dan-peraturan-lari-jarak-pendek.html
https://gudangpelajaran.com/lari-jarak-pendek/
https://id.wikipedia.org/wiki/Lari
https://en.wikipedia.org/wiki/Sprint_(running)
https://www.britannica.com/sports/sprint-running

Elen

Seorang yang antusias dan hobi olahraga. Hobi pula menuangkan coretannya mengenai informasi olahraga yang disertai dengan riset di blog ini. Menekuni dunia menulis sejak 2010.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *