Elemen Lomba Lari A Sampai Z (Terlengkap)

Lari merupakan olahraga yang bisa dikatakan merakyat karena siapapun bisa merasakannya tanpa harus menggunakan alat-alat khusus.

Namun, olahraga lari ini apabila diperlombakan secara profesional tentu memiliki peraturan, alat dan pelatan khusus untuk memenuhi standar perlombaan.Walaupun olahraga ini merakyat, antusiasme masyarakat terhadap perlombaan lari sendiri masih kurang, bisa disebabkan karena kurangnya sorotan media atau informasi yang beredar.

Untuk itu, artikel ini menyajikan segala infomrasi tentang perlombaan lari lebih dalam karena perlombaan lari ini merupakan perlombaan yang cukup menarik, belum lagi di Indonesia akhir-akhir ini mulai bermunculan prestasi-prestasi baru di kancah internasional pada cabang lomba lari.

Berikut elemen-elemen pada lomba lari yang harus kita ketahui,

 

1. Atlet Lari

atlet lari indonesia muhammad zohri
atlet lari indonesia muhammad zohri

Atlet merupakan seseorang yang menekuni dan mahir dalam bidang olahraga terutama yang berkaitan dengan kekuatan, ketangkasan dan kecepatan. Termasuk dalam olahraga cabang atletik yaitu lari yang mengutamakan kekuatan otot.

Hal-hal yang harus diperhatikan dan ditingkatkan seorang atlet lari antara lain,

  • Langkah lari

Ini merupakan bagian penting bagi seorang atlet lari. Seorang peneliti dari Universitas Loughborough, Sam Allen mengatakan kalau atlet lari memiliki langkah yang lebih panjang dan kuat daripada orang awam. Para atlet profesional mampu menempuh 45 langkah dalam 100 meter sementara orang awam bisa mencapai 50 sampai 55 langkah.

Dimana seorang atlet professional tidak lama-lama ketika menginjak tanah, yaitu 0,08 detik sementara orang awam mencapai 0,12 detik.

  • Posisi Tubuh

Atlet professional memiliki kontrol terhadap rotasi tubuh mereka yang bergerak setara dengan torsi pusat gaya gravitasi, layaknya gaya jatuh bebas ke depan.

  • Tinggi Badan

Baik tinggi badan yang lebih tinggi maupun lebih pendek memiliki manfaat positif masing-masing bagi seorang atlet lari. Misalnya apabila memiliki tinggi badan lebih tinggi akan lebih sulit di awal-awal lari ketimbang atlet lari yang lebih pendek.

Namun atlet lari yang memiliki tinggi badan lebih tinggi diberikan kelebihan pada langkah kaki yang lebih sedikit dan cepat sampai garis finish ketimbang atlet lari yang lebih pendek.

Sebagai seorang atlet lari, selain gigih dalam berlatih, mereka juga harus mampu disiplin mengatur asupan makanan untuk menunda kelelahannya. Seperti mengonsumsi 400-800 ml air per jam akan mencegah dehidrasi, kemudian untuk menciptakan performa maksimal dapat dimiliki dengan mengonsumsi 30-60 g karbohidrat per jam, tergantung pada seberapa tinggi intensitas atau durasi larinya.

Kemudian, apa saja asupan nutrisi yang harus dipenuhi oleh seorang atlet lari? Berikut penjelasannya,

pisang dan yoghurt kaya akan karbohidrat
pisang dan yoghurt kaya akan karbohidrat
  • Karbohidrat

Karbohidrat merupakan asupan nutrisi yang dapat menaikkan ketahanan fisik sehingga mampu menempuh jarak lari yang jauh sekalipun. Sebagai seorang atlet seringkali mengalami cedera ringan maupun berat, asupan karbohidrat yang cukup mampu mempercepat pemulihan otot-otot yang cedera dan fungsi tubuh yang lainnya.

Makanan yang mengandung karbohidrat tinggi antara lain pisang dan plain yoghurt.

  • Sodium

Sodium merupakan kandungan elektrolit pada keringat yang pertama kali keluar dari tubuh. Untuk itu, penting bagi atlet lari untuk mengonsumsi asupan makanan yang dapat mengganti mineral tubuh, salah satunya dengan mengonsumsi makanan kaya sodium seperti minuman berenergi, roti dan keju.

  • Zat besi

Asupan lainnya yang diperlukan tubuh seorang atlet lari ketika mengalami cedera adalah zat besi, zat besi dapat membantu memperbaiki fungsi-fungsi otot dan pembentukan sel darah. Ketika seorang atlet lari terpenuhi asupan zat besinya, maka atlet lari tersebut lebih kebal terhadap cedera yang datang. Zat besi dapat diperoleh dari konsumsi makanan seperti sayuran, buah-buahan, daging dan ikan.

 

a. Atlet Lari Indonesia / Nasional Yang Berprestasi

Di Indonesia sendiri atlet lari yang sedang menjadi sorotan ialah Lalu Muhammad Zohri, sprinter asal Lombok, Nusa Tenggara Barat ini berhasil memecahkan rekor nasional (rekornas) lomba lari 100 meter Putra ketika tampil di Golden Grand Prix Osaka 2019, Jepang. Zohri mencatatkan waktu 10,03 detik dan finis di posisi ketiga, prestasi ini ternyata berjarak waktu 0,45 detik dari rekor Usain Bolt pada cabang lari 100 meter Putra.

 

b. Atlet Lari Dunia / Internasional Yang Berprestasi

usain bolt atlet lari dunia
usain bolt atlet lari dunia

Sementara pada dunia internasional, atlet lari yang terkenal yaitu Usain Bolt dari Jamaika yang mampu memecahkan rekor dunia lari 100 meter dan 200 meter Putra dengan catatan waktu 9,58 detik pada jarak 100 meter dan 19,19 detik pada jarak 200 meter. Rekor ini diciptakannya pada Kejuaraan Atletik Dunia 2009.

 

2. Fasilitas dan Peralatan Lari

lintasan lari
lintasan lari

Demi kelancaran perlomba lari, maka harus ada fasilitas dan peralatan-peralatan khusus yang harus disiapkan dan tidak bisa terlewatkan karena perlombaan tidak bisa berjalan tanpa alat-alat ini,

 

a. Lapangan & Lintasan Lari

Olahraga-olahraga yang termasuk dalam cabang atletik sendiri tergabung dalam satu lapangan seperti olahraga lempar, lompat serta lari sehingga memiliki panjang lintasan yang sama.

  • Panjang lintasan di luar (outdoor) 400 m, disertai 6-10 buah jalur
  • Panjang lintasan di dalam (indoor) 200 m, disertai 4-8 buah jalur berbentuk telur

 

b. Pengukur Waktu

Pengukur waktu perlombaan lari sangat dibutuhkan untuk menentukan siapa pelari yang dapat menyentuh garis finish paling cepat. Dalam perlombaan lari sendiri terdapat pencatat waktu atau yang dikenal sebagai timer. Timer ini biasanya berjumlah 24 orang yang mana mereka memegang stopwatch masing-masing untuk memantau para pelari.

Pengukur waktu yang digunakan pada pelombaan lari para timer menggunakan stopwatch. Cara kerja stopwatch ini sederhana, ketika pelari mulai berlari dari garis mulai, maka timer akan menekan sebuah tombol yang terdapat dibagian atas stopwatch, kemudian saat pelari menginjakan kaki pada garis finish, tombol pada bagian atas stopwatch ditekan kembali. Untuk itu diperlukan kesabaran dan ketelitian dalam mengukur waktu lari.

Stopwatch kemudian terbagi menjadi dua macam,

  • Stopwatch analog

Jenis stopwatch yang penunjuk waktunya berdasarkan jarum-jarum dan angka

  • Stopwatch digital

Stopwatch ini sudah menggunakan layar sebagai penunjuk waktunya yang berbasis perhitungan elektronik.

 

c. Start & Finish Lari

Start dan finish merupakan titik tolak ukur pada perlombaan lari. Dimana start merupakan titik pelari mulai berlari kemudian finish merupakan titik terakhir pelari berhenti berlari. Dalam rentang start dan finish waktulah, waktu diukur sebagai tolak ukur kemenangan seorang pelari.

Pertama, start pada perlombaan lari merupakan hal penting yang perlu diperhatikan bagi para pelari karena dapat menentukan kondisi dan keberhasilan lari yang akan ditempuh dan berapa lama pelari bisa sampai pada titik finish secepat mungkin. Berikut jenis-jenis start pada perlombaan lari,

  • Start Jongkok
  • Start Pendek atau Bunch Start
  • Start Menengah atau Medium Start
  • Start Melayang

Kemudian pada finish atau titik akhir perlombaan lari, ada alat-alat yang harus dipersiapkan seperti,

  • Tiang Finish

Ini merupakan tiang yang digunakan sebagai patokan bahwa lari sudah selesai setelah melewati tiang ini. Tiang finish diletakkan di dua sisi kanan dan kiri masing-masing ujung lintasan dengan lebar 8 cm, tebal 2 cm dan tingginya 137 cm.

  • Pita Finish

Ini merupakan pita yang diikat garis finish yang digunakan sebagai penentu siapa pelari yang menyentuh pita ini pertama makan akan ditentukan sebagai pemenang.

  • Kursi Finish

Kursi ini berbentuk 8 anak tangga yang diletakkan di garis finish yang diperuntukkan bagi timer atau pencatat waktu yang berjumlah sekitar 24 orang.

Terakhir, pastikan garis finish memiliki tanda garis putih yang lebarnya 5 cm.

 

d. Sepatu Lari

Sepatu lari bagi seorang atlet lari merupakan perlengkapan penting yang harus diperhatikan kriteria dan kenyamanannya. Perlu diketahui, ternyata memilih sepatu yang tepat untuk olahraga lari adalah penting untuk menghindari diri dari resiko cedera. Apabila seorang atlet lari mengenakan sepatu yang terlalu sempit misalnya, dapat menimbulkan lepuhan dan memar di bagian kuku kaki.

Berikut kriteria sepatu lari yang tepat bagi para atlet lari:

Carilah sepatu lari yang bersifat fleksibel sehingga bagian telapak kaki mudah ditekuk saat melangkah. Cobalah tips-tips berikut ini saat ingin membeli sepatu lari yang nyaman di kaki:

Coba sepatu di saat setelah berlari karena saat itulah kaki berada pada ukuran terbesar.

Kenali medan berlari seperti apa yang biasanya dilewati. Kebanyakan orang akan berlari di jalan-jalan aspal yang datar, maka disarankan menggunakan sepatu lari jenis road. Apabila berniat untuk lari di daerah medan yang terjal, maka pilihlah sepatu jenis trail.

  • Pakailah kaos kaki yang biasa digunakan saat lari ketika mencoba sepatu
  • Pastikan jari-jari dapat digerakkan dengan bebas
  • Bisa gunakan internet untuk browsing tentang review sepatu yang diincar, apakah seimbang harga dan kualitasnya
  • Coba untuk berjalan atau bahkan berlari saat menggunakan sepatu tersebut
  • Setelah hal-hal diatas terpenuhi, barulah pilih sepatu yang sesuai budget dan model fashion demi kemanan saat berlari.

 

e. Baju Lari

  • Baju lari haruslah memiliki sirkulasi udara yang baik dan tidak memberikan efek lembab. Pilihlah baju, termasuk kaps dan celana dengan bahan polyester karena bahan ini biasanya dapat mengeringkan keringat lebih cepat.
  • Kemudian jangan pilih baju lari yang terlalu ketat karena akan membatasi ruang gerak. Berikut ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat akan memilih baju lari:
  • Boleh pilih warna favorit untuk menambah semangat dan rasa percaya diri saat melakukan olahraga lari
  • Baju lari dengan bahan katun ternyata tidak sepenuhnya baik dipakai saat berlari karena sifatnya memang bisa menyerap keringat namun tidak bisa menguapkan keringat itu secara cepat. Oleh karena itu, pilihlah baju lari dengan bahan perpaduan katun, polyester dan spandex yang memiliki tekstur pori-pori agar keringat yang terserap dapat menguap dengan cepat.
  • Pilih baju lari yang tidak terlalu ketat atau longgar. Untuk olahraga lari tidak disarankan baju yang terlalu ketat karena akan tidak nyaman dalam bergerak, namun kaos longgar pun tidak disarankan karena gerakan tubuh yang dinamis saat lari dapat menyulitkan dalam bergerak.

 

3. Peraturan Perlombaan Lari

garis finish lari
garis finish lari

Setiap cabang perlombaan tentu memiliki peraturan masing-masing termasuk dalam olahraga lari yang merupakan bagian dari cabang atletik. Berdasarkan peraturan dari IAAF (International Amateur Atloetik Federation) atau pada tingkat nasionalnya dikenal PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia). Berikut peraturan dalam perlombaan lari,

  • Tempatkan atlet yang sudah diberi nomor urut dari kiri menuju kanan dan menghadap ke arah kiri. Start pada lomba lari juga ditentukan harus diberi nomor urut antrian dari kiri dulu ke kanan, hadapkan tubuh kea rah kiri.
  • Lomba dimulai dengan tanda adanya pistol starter atau alat start yang diresmikan, pastikan semua atlet berada posisi siap dengan posisi awalan ke atas
  • Jika menurut starter atlet belum siap semua untuk melakukan start setelah para atlet pada posisi ‘bersedia’, starter harus memberikan perintah agar semua atlet mundur dari garis start dan asisten-asisten starter kembali menempatkan para atlet di garis persiapan.
  • Semua atlet yang ada pada posisi ‘bersedia’ atau ‘siap’ harus secara serentak tanpa ditunda untuk mengambil sikap sesuai perintah tersebut.

Saat lomba berlangsung, berikut peraturan-peraturan yang harus ditaati. Pada artikel ini, dibahas peraturan lomba lari marathon, karena setiap lomba lari pada cabang tertentu memiliki ketentuan yang berbeda-beda. Berikut peraturan pada cabang lomba lari marathon:

  • Lari harus mengarah ke kiri, tangan kiri diposisikan di dalam
  • Atlet lari yang lain apabila mendesak dan menganggu atlet lainnya hingga menghambat pergerakan atlet lain makan akan dikenakan diskualifikasi dari perlombaan.
  • Lomba dapat diulang tanpa mengikutsertakan atlet yang terkena diskualifikasi atau jika kasisnya seri, atlet yang terkena akibatnya serius ( selaim atlet yang didiskualifikasi) diperbolehkan untuk ikut berlomba dalam babak perlombaan selanjutnya.
  • Untuk tongkat estafetnya harus dibawa selama perlombaan berjalan, apabila tongkat jatuh maka yang mengambil ialah atlet yang menjatuhkan. Atlet yang bersangkutan diperbolehkan mengambil tongkat yang jatuh tanpa menganggu atlet lain.
  • Dia boleh meninggalkan lintasannya untuk mengambil tongkat dengan tidak menganggu pelari lain. Tongkat diberikan dari tangan satu pelari ke tangan satu pelari lainnya, penyerahan tongkat ke pelari lainnnya harus diserahkan pada zona tertentu yang sudah diatur.
  • Atlet harus selalu tetap pada lintasan masing-masing sejak start sampai finish.
  • Atlet yang meninggalkan lintasan tidak diperkenankan melanjutkan lomba.
  • Khusus pada perlombaan lari estafet, atlet diizinkan memakai ‘cherck mark’ atau meletakkan benda pada sepanjang sisi lintasan lari sebagai bantuan.
  • FINISH

Seorang pelari dikatakan menyelesaikan perlombannya ditandai dengan melewati garis finish yang berupa garis putih dengan lebar 5 cm.

Atlet yang mencapai garis finish diurutkan berdasarkan bagian tubuh, yaitu torso yang termasuk kepala, leher lengan dan tungkai yang menyentuh bagian vertikal pada sebelah sisi paling dekat garis finish.

 

a. Peraturan Perlombaan Lari Indonesia

Peraturan lomba lari di Indonesia diberikan oleh PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia) yang mana aturan ini mengikuti persatuan atletik tingkat dunia, setiap cabang lomba memiliki peraturan yang berbeda-beda namun antar negara tidak ada perbedaan peraturan.

 

b. Peraturan Perlombaan Lari Dunia

Segala peraturan lomba atletik termasuk lari ditentukan oleh IAAF (International Amateur Atloetik Federation) yang mana aturan ini kemudian menjadi standar internasional pada cabang lomba lari di setiap negara.

 

4. Induk Organisasi Lari

IAAF induk organisasi lari dunia
IAAF induk organisasi lari dunia

Olahraga lari sendiri termasuk ke dalam cabang atletik dimana selain lari ada juga olahraga lempar, lompat dan jalan. Cabang olahraga atletik ini pertama kali diperlombakan pada olimpiade pertama yaitu tahun 776 SM.

Kemudian olahraga-olahraga atletik dinaungi dalam satu induk organisasi yang dikenal sebagai IAAF atau International Association of Athletics Federations atau dalam bahasa indonesianya yaitu federasi atletik Indonesia, semetara pada tingkat nasional induk organisasi atletik dibawah naungan persatian atletik seluruh Indonesia atau PASI. Berikut penjelasan mengenai induk organisasi baik di Indonesia maupun tingkat internasional

 

a. Induk Organisasi Lari Indonesia

di Indonesia, olahraga lari berada dibawah naungan induk organisasi atletik yaitu Persatuan Atletik Seluruh Indonesia atau PASI. Sejarah PASI dimulai pada sekitar awal tahun 1930-an ketika atletik dijadikan mata pelajaran oleh pemerintahan Hindia-Belanda.

Awalnya masyarakat masih asing dengan cabang olahraga atletik ini namun lama kelamaan info mengenai cabang atletik dapat tersosialisasikan dengan baik berupa manfaat yang didapatkan dari olahraga atletik.

Kalangan Belanda kemudian membentuk Nederlands Indische Athletoek Unie atau NIAU yang merupakan organisasi yang menaungi penyelenggaraan perlombaan atletik. Lainnya, di Medan pada tahun yang sama juga ada organisasi atletik yang diberi nama Sumatera Athletiek Bond atau SAB yang menangani perlombaan atletik antar sekolah Mulo, HBS dan perguruan-perguruan swasta kala itu.

Kemudian semakin berkembang di Pulau Jawa dengan adanya organisasi atletik antara lain seperti ISSV Hellas dan IAC yang berpusat di Jakarta. Barula pada 3 September 1950 dibentuk secara resmi persatuan atletik seluruh Indonesia atau PASI di Semarang, yang masih bertahan hingga saat ini.

 

b.  Induk Organisasi Lari Dunia

Di tingkat internasional, olahraga lari dinaungi oleh induk organisasi cabang atletik yang dikenal sebagai IAAF atau International Association of Athletics Federations.

Organisasi ini dibentuk pada tahun 1912 bertempat di Stockholm, Swedia. Organisasi yang bermarkas di Monako sejak 1993 ini beranggotakan 212 negara dengan mempunyai wewenang berupa standardisasi pencatatan waktu dan penyelenggaraan kompetisi.

 

5. Lari Yang Diperlombakan / Nomor Perlombaan

lomba lari marathon
lomba lari marathon

Lari yang termasuk dalam cabang olahraga atletik mulai diperlombakan pada tahun 776 SM ketika olimpiade pertama di dunia diadakan. Lari yang diperlombakan pun bermacam-macam ada yang perorangan maupun beregu. Berikut macam-macam lari yang diperlombakan hingga saat ini:

 

1. Lari Jarak Pendek

Lari dengan jarak pendek atau nama lainnya sprint merupakan cabang perlombaan lari dengan teknik lari sekuat tenaga dalam jarak pendek yang ditentukan oleh panjang langkah dan frekuensi langkah atau jumlah langkah persatuan waktu. Artinya seorang pelari jarak pendek atau sprinter harus mengeluarkan seluruh tenaganya agar mencapai garis finish secepat mungkin.

Cabang lomba lari ini memiliki tiga nomor perlombaan antara lain 100 meter, 200 meter dan 400 meter. Lari jarak pendek merupakan cabang olahraga tertua yang diperlombakan yaitu pada The Ancient Olympics Games.

Lari jarak pendek sebenarnya menekankan hanya pada teknik-teknik lari dasar saja, antara lain:

  • Seperti, langkah kaki yang perlu diperhatikan. Langkah kaki asal tanpa teknik tidak akan menghasilkan kecepatan lari yang maksimal.
  • Gerakan tangan ketika berlari juga harus diperhatikan. Ayunan tangan saat lari jarak penden diayunkan lebih cepat dibandingkan saat lari jarak jauh karena dipengaruhi kecepatan lari pada jarak pendek yang lebih cepat dibandingkan saat lari jarak jauh.
  • Terakhir, posisi kemiringan badan juga berpengaruh pada kecepatan lari, condongkan posisi badan ke depan saat lari jarak pendek. Kemudian posisikan pandangan mata sejauh lima sampai sepuluh meter ke depan dan usahakan jangan terlalu memandang jauh kedepan.

 

2. Lari Jarak Menengah

Cabang lomba lari selanjutnya ialah lari jarak menengah, cabang lari ini terdiri dari tiga nomor perlombaan antara lain, 800 meter, 1500 meter dan 3000 meter.

Berikut teknik-teknik yang dilakukan saat lari jarak menengah,

  • Teknik lari ini diawali dengan menempelkan telapak tangan pada tanah dengan pandangan lurus ke depan.
  • Kemudian condongkan badan ke depan, bersiap sampai peluit berbunyi tanda mulainya perlombaan dimulai.
  • Saat berlari, ayunkan paha ke arah depan sambil disesuaikan dengan panjangnya tungkai. Gerakan tersebut dilakukan sambil mengangkat lutut lebih tinggi.
  • Strategi pengaturan tenaga sangat diperlukan pada cabang lomba lari ini karena mengingat jarak tempuh yang harus diselesaikan lebih jauh. Kemudian saat garis finish hampir dekat, siasati dengan mengeluarkan tenaga lebih besar untuk memenangkan perlombaan.

 

3. Lari Jarak Jauh / Maraton

Lari Jarak Jauh atau marathon menurut sejarah pertama kali diadakan pada suatu pertandingan tahun 490 SM, ketika seorang prajurit yunani membawa berita kemenangan dengan berlari marathon ke Athena dengan jarak sejauh 26 Mil atau setara 41,8 KM.

Lari jarak jauh ini biasanya hanya dilakukan oleh atlet yang sudah terlatih dengan latihan jam terbang yang tinggi karena cabang lari ini memiliki jarak menuju garis finish lebih panjang yaitu dari 3 KM, 5 KM, dan 10 KM. Jika dilakukan tanpa latihan profesional, lari jarak jauh ini dapat menimbulkan dehidrasi berat, kelelahan bahkan serangan jantung.

  • Selain latihan yang rutin, hal-hal berikut perlu disiapkan bagi yang ingin memulai lari jarak jauh atau marathon:
  • Jaga pola makan, dengan mengonsumsi makanan dengan kandungan karbohidrat, zat besi dan vitamin C tinggi dan kadar serat rendah.
  • Konsumsi makanan kaya protein seperti telur rebus dan menjaga asupan cairan pun penting ajar tubuh terhidrasi dengan baik.
  • Ternyata apabila menekuni lari jarak jauh ada banyak manfaat yang bisa kita rasakan seperti dapat menurunkan berat badan, meningkatkan stamina dalam melakukan aktivitas, memperlancar pernafasan, memperlancar peredaran darah, serta memperlambat proses penuaan.

 

4. Lari Estafet / Sambung

Lari estafet sepertinya sudah tidak asing bagi kebanyakan orang, sejak sekolah dasar pun kita pasti pernah bertemu dengan pelajaran olahraga dengan materi lari beregu sambil membawa tongkat untuk dioper dari pelari satu ke pelari selanjutnya dalam satu regu. Nah, betul! materi olahraga tersebut kita ketahui sebagai lari estafet atau lari sambung.

Cabang lari yang mulai diselenggrakan pada olimpiade 1992 di Stockholm ini memiliki peraturan lari dengan sistem beregu yang biasanya memiliki regu berjumlah empat orang. Masing-masing orang menempati posisinya masing-masing pada jarak lintasan yang berbeda

  • Inilah yang spesial dari lari estafet ialah bagaimana seorang pelari memberikan dan menerima tongkat dari pelari satu ke pelari lainnya. Pelari pertama akan berlari sambil membawa tongkat yang akan diberikan pada pelari kedua yang sudah bersiap pada posisinya masng-masing, begitu seterusnya sampai pelari terakhir mencapai garis finish.
  • Area yang digunakan untuk pergantian dan penyerahan tongkat dapat dilakukan dalam zona sepanjang 20 meter. Jika diluar zona tersebut, maka regu yang melanggar akan langsung didiskualifikasi.
  • Saat memberikan tongkat, berikut hal-hal yang harus dilakukan,
  • Jika tongkat diberikan dari bawah maka pemberi tongkat memberikan dengan tangan kanan dan penerima menerimanya dengan tangan kiri.
  • Ayunkan tongkat dari arah belakang ke depan diayunkan melalui bagian bawah saat memberi tongkat. Sementara penerima tongkat harus sudah mempersiapkan tangannya di belakang dengan telapak yang menghadap bawah.
  • Posisikan tangan penerima berada di bawah pinggang dengan ibu jari dibuka secara lebar dan jari-jari lainnya dirapatkan.
  • Jika pemberi tongkat memberikan tongkat dari atas, gunakan tangan kiri semntara penerima tongkat menggunakan tangan kanan.
  • Kemudian saat ingin memberikan tongkat maka pemberi tongkat bisa mengayunkan tongkat dari depan melalui bagian atas.

Sementara saat menerima tongkat, berikut hal-hal yang harus diperhatikan,

  • Menerima tongkat dengan cara visual yaitu dengan melihat ke belakang yaitu arah datangnya pemberi tongkat, cara ini dilakukan untuk lari estafet berjarak 4×400 meter.
  • Menerima tongkat dengan cara non visual yaitu menerima tongkat tanpa melihat ke belakang arah datangnya pemebri tongkat karena jarak lari estaget ini pendek yaitu 4×100 meter.

 

5. Lari Gawang / Halang Rintang

lari gawang
lari gawang

Lari gawang merupakan lari cepat dengan menempuh jarak tertentu dan melewati gawang sebagai rintangannya yang sudah diatur tingginya. Nomor perlombaan lari ini antara lain, 110 meter Putra, dengan ketinggian gawang 3 kaki (1,067 meter), 400 meter Putra dengan ketinggian gawang 0,914 meter, sedangkan untuk lari gawang putri 100 meter dengan ketinggian gawang 0,840 meter dan 400 meter dengan ketinggian gawang 0,762 meter.

 

6. Tingkatan Lomba Lari

lomba lari tk
lomba lari tk

a. TK

Pada usia taman kanak-kanak perlombaan lari biasanya diadakan pada tingkat kabupaten atau kota. Anak-anak taman kanak-kanak bisa menyalurkan potensi dan bakatnya pada bidang olahraga khususnya lari pada PORSENI atau pekan olahraga dan seni.

Mengadakan perlombaan lari pada porseni tingkat taman kanak-kanak ini merupakan perlombaan yang sebaiknya diadakan oleh tiap-tiap daerah karena dapat menumbuhkan nilai-nilai karakter, rasa percaya diri dan menemukan minat bakat sejak taman kanak-kanak sejak usia dini. Selain itu, perlombaan lari bagi usia taman kanak-kanak sebagai wujud sosialisasi pentingnya berolahraga.

Lomba lari pada taman kanak-kanak biasanya dibuat lebih sederhana dan ketentuannya diserahkan pada wilayah masing-masing.

 

b. SD

Pada tingkat sekolah dasar, perlombaan olahraga lari bisa diikuti melalui O2SN atau Olimpiade Olahraga Siswa Nasional pada tingkat cabang olahraga atletik (kids’ athletics).Cabang atletik anak ini memiliki empat nomor perlombaan anatara lain Kanga’s Escape atau Sprint/Gawang, Frog Jump atau Loncat Katak, Turbo Throwing atau Lempar Turbo dan Formula 1 (Lari, Rintangan, Slalom).Pada nomor perlombaan Formula 1 (Lari, Rintangan, Slalom) inilah terdapat elemen lomba lari, berikut cara permainannya:

  • Berkeliling lintasan dengan panjang 80 m yang dibagi menjadi area lari atau sprint, lari gawang, dan slalom.
  • Gelang estafet dipakai sebagai alat perpindahan.
  • Setiap peserta harus memulai dengan roll depan atau roll samping di atas matras.
  • Setiap peserta lomba harus melewati lintasan secara lengkap kemudian memberikan gelang kepada peserta lari selanjutnya.
  • Satu kali start dapat dilakukan satu sampai enam tim berbarengan.

 

d. SMP

Pada tingkat SMP, perlombaan lari mulai lebih luas lagi. Mulai dari lomba lari tingkat pelajar se-kota yang biasanya diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga yang bekerjasama dengan PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia) sampai O2SN atau Olimpiade Olahraga Siswa Nasional.

Pada O2SN, terdapat cabang olahraga atletik jenjang SMP terdapat kategori tri lomba yaitu lari 60 meter, tolak peluru dan lompat jauh. Pada kategori lari 60 meter kemudian dibagi lagi menjadi putra dan putri.

 

e. SMA

Pada tingkat SMA, perlombaan paling bergengsi pada cabang lomba lari ialah O2SN atau Olimpiade Olahraga Siswa Nasional. Pada cabang olahraga atletik terdapat lari 100 meter putri, lari 100 meter putra, lompat jauh putra dan lompat jauh putri.

 

f. Mahasiswa

Bagi mahasiswa yang berprestasi dalam bidang olahraga tetap bisa menyalurkan minat dan prestasinya dalam olahraga melalui kejuaraan-kejuaraan mengingat umur yang sudah mencukupi. Event lari pun beragam mulai yang diselenggarakan pemerintah atau swasta.

Misalnya Jakarta Marathon, sebuah ajang lari marathon yang diselenggarakan tiap tahun yang diikuti 50 negara dengan kategori antara lain, Marathon, Half-Marathon, 10K, 5K dan Maratoonz (sprint untuk anak-anak).

 

g. Nasional

Perlombaan lari pada tingkat nasional sendiri begitu luas dan beragam dengan berbagai kategori mulai dari anak-anak sekolah, mahasiswa dan umum dengan cabang nomor perlombaan seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Perlombaan lari tingkat nasional sendiri tidak hanya dilakukan oleh atlet-atlet pelatnas tetapi atlet mandiri yang berlatih secara profesional sendiri juga punya peluang yang sama untuk mengikuti perlombaan tingkat nasional.

 

h. Internasional / Dunia

Pada tingkat internasional, biasanya melibatkan atlet-atlet profesional yang dipersiapkan khusus dari pelatnas atau pemusatan latihan nasional. Eventnya pun beragam misalnya yang terakhir ramai mendapat antusias masyarakat Indonesia adalah Asian Games 2018 yang diselenggarakan di Jakarta dan Palembang.

Itu dia informasi mengenai lomba lari dari hobikusport.com yang diharapkan dapat bermanfaat dan menambah informasi kita mengenai perlombaan lari mulai perlatan yang dibutuhkan, cabang dan nomor perlombaan lari hingga tingkat kejuaraan lari yang ternyata terbuka luas bahkan untuk atler profesional yang latihan mandiri.

 

Referensi

Kumparan.com

Gurupenjaskes.com

Olahragapedia.com

Merdeka.com

Wikipedia.com

Elen

Seorang yang antusias dan hobi olahraga. Hobi pula menuangkan coretannya mengenai informasi olahraga yang disertai dengan riset di blog ini. Menekuni dunia menulis sejak 2010.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *