14 Macam-Macam Gaya Renang (Terlengkap) + Teknik Dasar

Salah satu olahraga air atau aquatik yang paling banyak dikenal dan dipraktekkan dalam masyarakat adalah olahraga renang. Definisi dari olahraga renang itu sendiri adalah olahraga yang dilakukan dengan upaya untuk menggerakkan –baik mengangkat ataupun mengapungkan– seluruh bagian tubuh di atas permukaan air.

Bagian tubuh yang paling aktif dalam olahraga ini adalah tangan dan kaki yang selalu bergerak. Tak dapat dipungkiri, semua olahraga memang menyehatkan, terutama renang.

Hal tersebut dikarenakan hampir seluruh otot pada tubuh bergerak sehingga bermanfaat untuk perkembangan otot dan meningkatkan stamina dari perenang itu sendiri. Selain itu olahraga ini juga bagus untuk kesehatan jantung dan paru-paru.Olahraga renang dapat dilakukan secara indoor maupun outdoor. Selain itu renang juga termasuk salah satu olahraga yang dikompetisikan dengan beradu kecepatan.

Pada perlombaan renang, ada berbagai macam gaya atau teknik yang diadu. Berikut ini adalah penjelasan dari macam-macam gaya renang secara lebih detail dan mendalam, berikut dengan beberapa teknik yang diperlukan.

 

1. Gaya Renang Bebas / Crawl Stroke

Gaya Renang Bebas
Teknik Gaya Renang Bebas

Salah satu gaya pada olahraga renang yang tidak terikat pada teknik dasar maupun aturan tertentu adalah gaya bebas. Gaya ini diawali dengan badan telungkup di mana posisi dada menghadap pada permukaan air.

Kemudian kedua tangan yang digerakkan secara bergantian dengan menggunakan gerakan mengayuh ataupun menyerupai tarikan. Untuk gerakan kaki menyerupai gerakan cambukkan secara turun naik dengan posisi beberapa inci di bawah permukaan air.

Sementara itu yang perlu digaris bawahi adalah posisi wajah dan arah pandangan mata yang menghadap ke depan agar gaya bebas dapat dilakukan secara maksimal. Teknik pengambilan napas dapat dilakukan saat perenang menolehkan kepala ke kiri ataupun kanan di atas permukaan air.

Pengambilan napas biasa dilakukan melalui mulut. Gaya bebas biasanya menjadi pilihan ketika ingin melaju dengan cepat ketika perenang berada di dalam air.

Selain itu gaya bebas juga secara umum dapat dilakukan oleh perenan pemula maupun profesional.

 

2. Gaya Renang Dada

Renang dengan gaya dada adalah salah satu pilihan yang cukup populer di kalangan para perenang. Gaya ini dilakukan dengan posisi tubuh serupa dengan posisi merangkak di permukaan air dengan kombinasi gerakan kaki dan tangan.

Posisi tubuh ini biasanya berada dalam keadaan tetap, sedangkan letak kaki dan tangan adalah berada di dalam air. Tangan akan digerakan seperti gerakambelah air. Untuk kaki digerakkan dengan cara menendang air.Sementara itu pada gaya dada, posisi kepala akan bergerak naik turun dari atas ke bawah pemukaan air secara bergantian. Kepala dan pandangan mata pada renang gaya ini dapat diarahkan ke depan.

Digunakan untuk gerakan rekreasi, renang gaya dada memungkinkan untuk posisi tubuh yang lebih stabil dengan kepala berada di atas permukaan air untuk jangka waktu yang lebih lama.

Hanya saja renang gaya dada merupakan salah satu gerakan renang yang dinilai paling lambat bila digunakan untuk kompetisi renang. Sehingga akan lebih baik jika gerakan ini dilakukan untuk sekedar hobi ataupun rekreasi.

Selain itu untuk pemula juga dianjurkan menggunakan gerakan ini karena cenderung lebih mudah.

 

3. Gaya Renang Kupu-Kupu

Gaya Renang Kupu kupu
Teknik Gaya Renang Kupu kupu

Salah satu pengembangan dari renang gaya dada adalah gaya renang kupu-kupu. Gerakan yang dilakukan pada gaya ini adalah gerakan kedua lengan yang dilakukan secara bersamaan dengan cara mengayuh ke depan.

Secara mendetail, diawali dengan kedua tangan yang membentang, lalu dilanjutkan dengan gerakan mengepak untuk bergerak maju ke arah depan. Gerakan ini mirip dengan gerakan dari sayap kupu-kupu.

Untuk posisi dada diarahkan dengan menghadap permukaan air ketika lengan ditekan ke arah bawah. Metode pernapasan yang dilakukan pada gerakan ini adalah udara yang dihembuskan dengan kuat dari mulut dan hidung sebelum kepala berada pada posisi muncul di atas air.

Sedakan menarik napas dilakukan melalui mulut saat kepala berada di atas permukaan air. Melakukan gerakan renang yang menyerupai gerakan sayak kupu-kupu ini membutuhkan tenanga yang besar dengan diiring koordinasi gerakan dan irama yang baik.

Bila dibandingkan dengan gaya renang lain, renang gaya kupu-kupu termasuk gerakan yang cukup sulit dipelajari.

 

4. Gaya Renang Katak

Gaya katak pada olahraga renang sebenarnya adalah nama lain dari renang gaya dada. Hal ini dikarenakan gerakan tubuh yang cenderung tetap atau stabil dengan kedua tangan yang bergerak seperti membelah air sama dengan gerakan hewan katak saat berada di kolam.

Selain itu pernapasan pada gaya renang katak juga dilakukan ketika mulut berada di atas permukaan air, sama seperti gerakan katak ketika berenang. Berbeda dengan renang gaya bebas, renang gaya katak memerlukan keadaan tubuh atau posisi badan yang selalu berada pada posisi tegap.

Untuk perenang pemula, gerakan renang pada gaya katak lebih efektif dilakukan karena laju di air menjadi lebih mudah dan gerakkannya pun tidak terlalu sulit dilakuan. Selain itu, pengambilan napas dapat dilakukan ketika wajah –termasuk mulut– mengarah ke luar permukaan air setelah satu ataupun dua kali gerakan tangan dan kaki menghempas di air.

 

5. Gaya Renang Punggung

Gaya Renang Punggung
Teknik Gaya Renang Punggung

Berbeda dengan kebanyakan gaya lain, renang gaya punggung memiliki posisi permukaan punggung menghadap ke dalam air atau bisa dibilang tubuh pada posisi telentang. Pada dasarnya gerakan renang gaya punggung sama dengan gerakan gaya bebas, hanya posisi badan saja yang berbeda.

Pergerakan renang gaya punggung membutuhkan kedua tangan yang digerakkan secara bergantian menuju ke arah pinggang seperti gerakan mengayuh.

Untuk gaya punggung, wajah perenang menghadap ke atas sehingga lebih mudah untuk melakukan pernapasan dan melakukan gerakan renang dengan mata terbuka. Hal ini pulalah yang sebenarnya menyulitkan perenang dalam menentukan arah gerak karena mata tidak menghadap ke depan.

Untuk mengatasi kesulitan arah tersebut, maka perenang dapat memperkirakan panjang kolam renang dengan menghitung jumlah gerakan yang sudah dilakukan. Ini bermanfaat apabila dilakukan dalam kompetisi.

Renang gaya punggung membutuhkan gerakan kaki yang lebih aktif, membuat pergelangan kaki pada gaya ini diusahakan untuk terus lemas.

 

6. Gaya Renang Anjing

Sama halnya seperti renang gaya katak ataupun gaya kupu-kupu yang mengadaptasi gerakan dari masing-masing hewan tersebut, maka renang gaya anjing juga mengadaptasi dari gerakan anjing ketika berenang di dalam air.

Para gaya ini, maka posisi kepala perenang berada di atas permukaan air. Di sisi lain, posisi badan adalah sedikit membungkuk untuk melakukan gerakan seperti merangkak.

Kemudian gerakan kaki dan tangan mengayuh persisi seperti gerakan anjing di dalam air.

 

7. Gaya Renang Lumba-lumba / Dolphin

Gaya Renang Lumba lumba
Ilustrasi Gaya Renang Lumba lumba

Renang gaya lumba-lumba atau dolphin merupakan sebutan lain untuk renang gaya kupu-kupu. Hal ini dikarenakan ketika tangan bergerak ke arah bawah, saat itu pula secara bersamaan kedua kaki digerakkan dengan cara menendang ke atas dan bawah.

Gerakan kaki tersebut mirip dengan gerakan sirip ikan lumba-lumba. Gerakan tangan yang menyerupai gerakan sayap kupu-kupu dan gerakan kaki yang mirip dengan sirip lumba-lumba, membuat kedua gerakan tersebut melengkapi istilah satu sama lain.

Gerakan lumba-lumba atau kupu-kupu ini adalah salah satu gaya yang diciptakan paling baru bila dibandingkan dengan gaya lain, yaitu sekitar tahun 1933. Untuk itu tidak dapat dipungkiri bahwa gerakan ini tidak begitu cocok digunakan oleh para pemula.

Hal tersebut dikarenakan butuh waktu yang relatif lebih lama untuk mempelajari koordinasi antara gerakan kedua tangan serta kaki untuk menghasilkan output gerakan yang sempurna di dalam air.

 

8. Gaya Renang Batu

Gaya renang batu sebenarnya adalah mitos belaka. Gaya ini hanya semacam sindiran untuk orang-orang yang tidak bisa berenang.

 

9.Gaya Renang Samping

Pada gerakan renang dengan teknik gaya samping maka badan yang mendominasi gerakan ini adalah badan bagian samping tubuh. Teknik gaya renang samping hanya digunakan untuk menambah skill untuk menguasai berbagai gaya renang.

Tahapan dalam melakukan renang gaya samping diawali dengan menyampingkan tubuh di permukaan air dengan mengayunkan tangan kanan maupun kiri. Setelah itu lakukan dorongan seperti meloncat atau melakukan tolakan seperti meluncur.

 

10. Gaya Renang Ganti Perorangan

Gaya Renang Ganti Perorangan
Gaya Renang Ganti Perorangan

Untuk renang dengan gaya ganti perorangan, maka perenang perlu melakukan empat gaya secara bergantian dalam satu putaran. Gaya tersebut adalah gaya kupu-kupu, gaya punggung, gaya dada dan gaya bebas.

Renang gaya ganti perorangan biasa dilakukan dalam kompetisi dengan jarak tempuh yang diperlukan biasanya 100 meter, 200 meter atau 400 meter. Untuk jarak 200 meter dan 400 meter biasa digunakan dalam Olimpiade.

Sedangkan untuk nomer perorangan 100 meter atau biasa disebut dengan lintasan pendek, perlombaan dilakukan di kolam renang sepanjang 25 meter. Oleh karena itu perenang butuh 4 kali melintasi trek dan 4 kali berganti gaya.

 

11. Gaya Renang Ganti Estafet

Untuk kompetisi renang gaya ganti estafet nomor yang dipertandingkan adalah 4 x 100 meter. Secara teknis gaya ini dilakukan oleh perenang beregu yang terdiri dari 4 orang dan masing-masing melintasi trek 100 meter.

Gerakan diawali dari perenang pertama dengan gaya punggung, dilanjutkan dengan gaya dada, kupu-kupu dan terakhir gaya bebas.

 

12. Gaya Renang Bebas Estafet

Ilustrasi Gaya Renang Bebas Estafet
Ilustrasi Gaya Renang Bebas Estafet

Ada dua nomor yang biasa dipertandingkan untuk renang gaya bebas estafet, yaitu 4 x 100 meter dan 4 x 200 meter. Pada gaya ini perenang dapat melakukan gaya apa saja secara bebas.

Lain halnya dengan renang gaya ganti estafet, renang pada gaya bebas waktu pembalikan dan finish perenang untuk menyentuh dinding dengan tangan bukan menjadi ketentuan.

 

13. Gaya Renang Injak-Injak Air / Mengapung Berdiri Di Dalam Air

Gaya ini dapat dilakukan oleh pemula yang masih takut berenang sebagai awal latihan dari gerakan mengapung vertikal. Gaya ini menempatkan posisi tubuh tegak lurus dengan kaki tidak menginjak dasar kolam dan melakukan gerakan bebas naik turun untuk mempertahankan tubuh agar tetap terapung.

 

14. Gaya Renang Mengapung Telentang Dalam Air

Gaya Renang Mengapung Telentang Dalam Air
Gaya Renang Mengapung Telentang Dalam Air

Gaya ini hampir mirip dengan teknik mengapung telentang maupun renang gaya punggung. Posisi punggung mengarah ke dasar kolam dengan arah hadap mata ke atas.

Laju renang ditentukan oleh gerakan kaki dan tangan yang bergantian mengayun berputar ke atas dan kembali ke arah pinggang.

 

Teknik Dasar Renang Untuk Semua Gaya Renang

Ada beberapa teknik dasar untuk semua gaya renang yang perlu diperhatikan, terlebih untuk para perenang pemula. Beberapa teknik dasar tersebut dan penjelasannya antara lain sebagai berikut.

 

1. Pernapasan

Pada teknik pernapasan dapat dilakukan dengan memutar kepala kea rah samping sembari tetap menjaga pengaturan napas bawah di dalam air. Sehingga posisi pandangan saat mengambil napas juga ke arah samping.

Ketika bernapas sebisa mungkin menghindari untuk mengangkat kepala agar konsentrasi tetap terjaga. Ada baiknya untuk melatih bernapas pada satu sisi pertama agar perenang dapat menemukan gerakan yang nyaman pada saat mengambil napas.

Teknik pernapasan yang baik untuk dipelajari adalah teknik pernapasan bilateral. Hal ini dapat ditempuh dengan cara melakukan gerakan sebanyak tiga kali lalu mengambil napas di satu sisi, kemudian gerakan lagi tiga kali dan mengambil napas di sisi yang lain.

 

2. Meluncur

Teknik Renang Meluncur
Teknik Renang Meluncur

Teknik meluncur diperlukan sebagai gerakan dasar untuk menyeimbangkan tubuh ketika berada di atas permukaan air. Gerakan meluncur dilakukan secara horizontal tepat di bawah permukaan air.

Untuk melakukannya, perenang hanya perlu membelakangi dinding kolam. Kemudian tempelkan salah satu telapak kaki dengan arah jari kaki menghadap ke bawah –disarankan kaki yang paling kuat sebagai pijakan di lantai kolam– sebagai tolakan untuk melakukan gerakan meluncur.

Setelah itu dorong badan ke depan segera setelah melakukan tolakan dengan telapak kaki yang menempel di dinding kolam. Lakukan gerakan meluncur sejauh mungkin dengan posisi kedua tangan sejajar ke arah depan dan kepala masuk ke dalam air menempatkan kuping sejajar dengan tangan.

 

3. Mengambang / Mengapung

Setelah meluncur, teknik selanjutnya yang tak kalah pentingnya adalah mengapung. Ada dua gerakan mengapung yang perlu dipelajari, yaitu mengapung secara telentang dan mengapung pada posisi tegak lurus atau vertikal.

Teknik mengapung tegak lurus atau berdiri merupakan cara mengapung yang lebih mudah dilakukan untuk para pemula. Caranya adalah dengan berdiri di pinggir kolam lalu dorong badan untuk bergerak menjauh dari kolam dengan kaki dan tangan yang sejajar permukaan air.

Untuk mengapung dengan posisi telentang dimulai dengan menempatkan badan berdiri tegak dengan kepala menghadap ke atas. Di sisi lain, kaki berada di dasar kolam.

Setelah itu pegang bagian tepi kolam, luruskan kaki perlahan sembari letakkan tangan lurus dan telinga masuk ke dalam air. Kunci utama melakukan teknik mengapung adalah tetap tenak dan tidak perlu panik atau takut tenggelam.

 

4. Koordinasi

Teknik Renang Koordinasi
Teknik Renang Koordinasi

Teknik terakhir yang diperlukan adalah teknik koordinasi untuk melakukan gerakan renang secara keseluruhan. Teknik ini meliputi koordinasi gerakan kaki, gerakan tangan, teknik pengambilan dan pengeluaran napas serta menempatkan posisi tubuh secara benar.

Semisal pada renang gaya bebas, teknik koordinasi gerakan ayunan tangan atas, kaki dan pernapasan sedikit lebih rumit ketika dilakukan secara bersamaan sehingga dengan alur koordinasi yang tidak tepat, banyak kesalahan yang akan ditemukan.

Untuk itu untuk memulai teknik koordinasi ada baiknya dilakukan latihan secara bertahap. Seperti misalnya pada renang gaya dada dapat dimulai dengan latihan koordinasi antara lengan dan kaki, lengan dan pernapasan, kaki dan pernapasan.

Setelah mahir pada tahapan koordinasi tersebut, baru kemudian menggabungkan semuanya dalam satu kesatuan gerakan renang gaya dada.

Itulah tadi penjelasan hobikusport.com mengenai pengertian renang, macam-macam gaya renang serta teknik dasar dari olahraga renang itu sendiri. Organisasi internasional yang menaungi olahraga renang adalah FINA (Federation International de Natation) yang juga berperan untuk mengatur perlombaan renang.

Induk organisasi renang di Indonesia adalah PRSI (Persatuan Renang Seluruh Indonesia). Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat memperluas wawasan Anda, baik pecinta renang maupun para akademisi.

 

Referensi :
https://www.kajianpustaka.com/2017/08/pengertian-manfaat-prinsip-gaya-renang.html

https://www.romadecade.org/sejarah-renang/#!

https://gurupenjaskes.com/macam-macam-gaya-renang-dan-sejarahnya

https://www.freedomsiana.com/2018/06/teknik-dasar-berenang-mengapung.html

Elen

Seorang yang antusias dan hobi olahraga. Hobi pula menuangkan coretannya mengenai informasi olahraga yang disertai dengan riset di blog ini. Menekuni dunia menulis sejak 2010.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *