20 Perbedaan Jalan & Lari Dari Berbagai Sudut Pandang (Lengkap)

Olahraga kini menjadi rutinitas yang dijalani banyak orang sebagai gaya hidupnya. Olahraga sendiri memiliki berbagai macam cabang yang berbeda-beda. Ada yang memerhatikan ketahanan, kecepatan atau kekuatan.

Olahraga yang sering dijalani oleh masyarakat sendiri ialah olahraga jalan dan lari. Kedua olahraga ini adalah jenis olahraga yang praktis, murah dan bisa dilakukan dimana saja walaupun tanpa baju atau alat khusus pun masih tetap bisa dilakukan.

Jalan dan lari, keduanya merupkan bagian dari cabang olahraga atletik yang sudah ada sejak zaman dahulu pada masa Yunani pada abad ke-6 SM. Kata Atletik berasal dari kata dalam bahasa Yunani yaitu ‘Athlon’ yang artinya berlomba atau juga bisa bertanding.

Bisa dikatakan, atletik merupakan ibu dari semua olahraga karena olahraga ini mengandung unsur-unsur dasar gerakan tubuh.

Meski jalan dan lari menjadi bagian sehari-hari masyarakat, kebanyakan orang masih belum memahami apa yang membedakan jalan dan lari sebenarnya karena keduanya sama-sama gerakan melangkahkan kaki atau gerakan memindahkan tubuh.

Pada artikel ini akan dibahas mengenai perbedaan jalan dan lari dari berbagai sudut pandang.

 

1. Berdasarkan definisi: Jalan

berjalan
berjalan kaki

Jalan merupakan gerakan memindahkan tubuh atau berpindah tempat dari suatu titik menuju titik yang lain dengan melangkahkan kaki yang bisa diarahkan ke segala arah baik ke kanan, kiri, depan atau belakang

 

2. Berdasarkan definisi: Lari

Secara kasat mata, tidak ada perbedaan antara jalan dan berlari keduanya sama-sama memindahkan tubuh atau berpindah tempat dari suatu titik menuju titik lainnya dengan melangkahkan kaki yang bisa diarahkan ke segala arah baik ke kanan, kiri, depan atau belakang namun yang membedakan ialah durasi lama masing-masing menyentuh permukaan tanah.

 

3. Posisi Kaki ketika Jalan

Hal ini jarang jadi perhatian orang dimana letak perbedaan jalan dan kaki terdapat pada posisi kaki ketika kontak dengan tanah. Disadari atau tidak, hal ini pasti terjadi ketika kita berjalan atau berlari.

Saat berjalan, kaki kita akan selalu berpijak pada tanah, ada saat dimana salah satu kaki akan berpijak pada tanah sementara kaki yang lainnya tidak berpijak pada tanah, atau saat kedua kaki sama-sama berpijak pada tanah secara bersamaan.

 

4. Posisi Kaki ketika Lari

berlari
berlari

Hal yang berbeda terjadi pada posisi kaki sedang berlari ialah, ada posisi saat salah satu kaki berpijak pada tanah dan adapula posisi ketika kedua kaki tidak berpijak pada tanah atau kedua kakinya tidak berpijak pada tanah sama sekali atau melayang. Kemudian, posisi kedua kaki secara bebarengan berpijak pada tanah juga akan jarang terjadi.

 

5. Tumpuan kekuatan pada Jalan

Saat berjalan maupun berlari maka beberapa anggota tubuh akan ikut bergerak maka membuat aktivitas jalan atau lari jadi lebih maksimal. Ketika berjalan, tangan dan anggota tubuh lainnya dapat memaksimalkan saat berjalan namun tumpuan kekuatan tetap berada pada langkah kaki sebagai penggerak utama.

 

6. Tumpuan Kekuatan pada Lari

Yang berbeda dari berjalan ialah ketika berlari terdapat beberapa titik tumpuan kekuatan yaitu pada gerak tangan yang dapat mendorong badan dan pada lutut yang ditekuk melalui otot quadriceps yang memberi kekuatan saat berlari ketika kaki berpijak pada tanah. Sehingga tumpuan kekuatan utama pada saat berlari ialah tidak hanya dari kaki tetapi diikuti juga dengan anggota tubuh yang lain.

 

7. Cedera Jalan

cedera jalan tersandung
cedera jalan tersandung

Cedera sering terjadi pada kegiatan olahraga, hal ini terjadi akibat kondisi kerusakan yang ada pada struktur maupun fungsi yang terjadi karen terdapat tekanan fisik atau paksaan akibat zat kimiawi. Dari tingkat cedera sendiri, jalan memiliki resiko cedera lebih rendah daripada ketika lari sehingga dinilai lebih aman.

Oleh karena itu, apabila memiliki kondisi fisik yang tidak memunginkan untuk lelah namun tetap aktif bergerak bisa memilih olahraga jalan sebagai pilihan berolahraganya.

Namun ketika berjalan tetap harus safety dengan tetap fokus pada jalur agar tidak terjadi cedera kecil seperti tersandung dan gunakan sepatu.

 

8. Cedera Lari

cedera kaki
cedera kaki

Berbeda dengan jalan yang cenderung aman dan beresiko kecil terhadap cedera yang berarti. Justru lari memiliki cedera kaki yang lebih besar. Berikut jenis-jenisnya:

 

a. Cedera lutut atau Runner’s Knee

Saat berlari, cedera lutut dapat terjadi akibat adanya pergeseran tulang yang disebabkan oleh jaringan tulang muda lutut atau Cartilage, saat hal ini terjadi biasanya penderita cedera tidak kuat menahan bebannya atau kekuatannya hilang. Pergeseran tulang ini dapat membuat nyeri-nyeri pada bagian lutut.

 

b. Nyeri pada Telapak Kaki atau Plantar Fasciitis

Cedera pada telapak kaki dapat terjadi karena seringnya sesorang berlari pada permukaan yang tidak rata.

 

c. Cedera Tendon atau Achilles Tendinitis

Cedera pada otot penghubung kaki bagian belakang atau tendon bisa terjadi akibat adanya aktivitas penarikan berulang yang dilakukan pada saat lari jarak jauh. Aktivitas yang berulang ini dapat berakibat tendon akan cedera atau luka.

 

d. Cedera Tulang Kering atau Shin Splint

Cedera pada tulang kering akibat adanya tekanan yang terjadi pada tibia atau tulang kering berlebiha. Cedera shin split ini diawali dengan adanya pembengkakan di bagian bawah lutut, di depan dan belakang. Shin split dapat terjadi karena lari yang terlalu lama atau terlalu jauh.

 

e. Cedera Blister

Selanjutnya cedera pada saat lari yang mungkin terjadi ialah cedera blister yang terjadi akibat pergesekan permukaan kulit sepatu pada kulit kaki yang menyebabkan kulit kaki kemudian melepuh dan menggelembung yang berisi cairan.

Untuk menghindari cedera ini sebaiknya sebelum melakukan aktivitas lari, lakukanlah pemanasan terlebih dahulu.

 

9. Kecepatan pada Jalan

ketika melakukan olahraga jalan, kecepatan tiap langkah cenderung konstan dan tidak berubah-ubah. Pada saat jalan paling tidak hanya akan menempuh 5km/jam dan apabila dilakukan dengan cepat pun hanya akan menempuh 8km/jam.

Hal inilah yang menyebabkan perpindahan dari satu tempat atau titik ke titik lainnya akan ditempuh dalam waktu yang lebih lama daripada berlari.

 

10. Kecepatan pada Lari

kecepatan lari
kecepatan lari

Pada olahraga lari, kecepatan tiap langkah tidak akan sama atau tidak konstan. Hal ini menjadikan perpindahan dari satu tempat ke tempat lain akan sangat cepat. Bahkan kecepatan berlari ini bisa 2 kali lebih cepat daripada berjalan.

Seperti yang dicapai oleh Usain Bolt yang berhasil memegang rekor lari tercepat yang mencapai 44 km/jam. Mengingat kecepatan yang tidak konstan ini, maka disarankan untuk memilih sepatu lari yang tepat untuk menghindari cedera.

 

11. Kontak dengan Tanah pada Saat Jalan

Selanjutnya yang dapat membedakan jalan dengan lari ialah ketika kontak langsung dengan tanah makan kontak saat menginjak tanah tersebut akat sangat jelas.

 

12. Kontak dengan Tanah pada Lari

Berbeda dengan saat berjalan, saat lari maka kita tidak akan begitu merasakan kontak secara langsung dengan tanah karena dibarengi dengan melayang di udara lebih lama daripada menginjak tanahnya.

 

13. Banyaknya Anggota Tubuh yang Bergerak saat Jalan

berjalan kaki menggerakkan banyak bagian tubuh
berjalan kaki menggerakkan banyak bagian tubuh

Ketika berjalan, anggota tubuh yang banyak bergerak ialah kaki sementara anggota tubuh yang lain cenderung tidak ikut bergerak. Anggota tubuh yang bergerak lainnya paling hanyalah tangan yang membantu menyeimbangkan gerak kaki.

 

14. Banyaknya Anggota Tubuh yang Bergerak saat Lari

pada saat berlari, karena terjadi gerakan melayang kemudian hentakan ke tanah maka seluruh anggota tubuh cenderung banyak bergerak. Sebab lainnya karena titik tumpu berada pada ujung jari kaki maka menyebabkan anggota tubuh yang lain bergerak.

 

15. Sudut Lutut pada Jalan

sudut lutut saat jalan
sudut lutut saat jalan

Terakhir, kita bisa memperhatikan sudut lutut ketika jalan cenderung lebih sedikit atau bisa dikatakan memiliki derajat yang lebih kecil daripada saat berlari.

 

16. Sudut Lutut pada Lari

Sedangkan pada saat berlari, sudut lutut memiliki derajat yang lebih besar atau memilki beban di lutut yang lebih besar. Ketika berlari otot quadriceps bekerja lebih keras sehingga seseorng akan mudah letih ketika berlari daripada berjalan.

 

17. Berdasarkan Jenisnya pada Jenis-jenis Jalan

 

a. Jalan Cepat

Jenis jalan yang satu ini adalah jalan yang turut diperlombakan. jenis jalan ini ialah berjalan dengan kecepatan cepat namun tidak diizinkan untuk lari. Sehingga, kedua kaki tidak bolehlah melayang seperti lari, salah satu dari kedua kaki harus tetap berpijak ke tanah saat melakukan jalan cepat.

 

b. Jalan Santai

Jalan ini sering kita lakukan, prinsipnya tidak terburu-buru, santai dan tumpuan kekuatan dan gerakan terdapat di kaki.

 

18. Berdasarkan Jenisnya pada Jenis-jenis Lari

Kemudian pada saat berlari juga terdapat jenis-jenis lari seperti:

 

a. Lari Jarak Jauh/Marathon

Lari Jarak Jauh atau marathon menurut sejarah pertama kali diadakan pada suatu pertandingan tahun 490 SM, ketika seorang prajurit yunani membawa berita kemenangan dengan berlari marathon ke Athena dengan jarak sejauh 26 Mil atau setara 41,8 KM.

Lari jarak jauh ini biasanya hanya dilakukan oleh atlet yang sudah terlatih dengan latihan jam terbang yang tinggi karena cabang lari ini memiliki jarak menuju garis finish lebih panjang yaitu dari 3 KM, 5 KM, dan 10 KM. Jika dilakukan tanpa latihan profesional, lari jarak jauh ini dapat menimbulkan dehidrasi berat, kelelahan bahkan serangan jantung.

Selain latihan yang rutin, hal-hal berikut perlu disiapkan bagi yang ingin memulai lari jarak jauh atau marathon:

  • Jaga pola makan, dengan mengonsumsi makanan dengan kandungan karbohidrat, zat besi dan vitamin C tinggi dan kadar serat rendah.
  • Konsumsi makanan kaya protein seperti telur rebus dan menjaga asupan cairan pun penting ajar tubuh terhidrasi dengan baik.

Ternyata apabila menekuni lari jarak jauh ada banyak manfaat yang bisa kita rasakan seperti dapat menurunkan berat badan, meningkatkan stamina dalam melakukan aktivitas, memperlancar pernafasan, memperlancar peredaran darah, serta memperlambat proses penuaan.

 

b. Lari Estafet / Sambung

lari estafet
lari estafet

Lari estafet sepertinya sudah tidak asing bagi kebanyakan orang, sejak sekolah dasar pun kita pasti pernah bertemu dengan pelajaran olahraga dengan materi lari beregu sambil membawa tongkat untuk dioper dari pelari satu ke pelari selanjutnya dalam satu regu. Nah, betul! materi olahraga tersebut kita ketahui sebagai lari estafet atau lari sambung.

Cabang lari yang mulai diselenggrakan pada olimpiade 1992 di Stockholm ini memiliki peraturan lari dengan sistem beregu yang biasanya memiliki regu berjumlah empat orang. Masing-masing orang menempati posisinya masing-masing pada jarak lintasan yang berbeda.

Inilah yang spesial dari lari estafet ialah bagaimana seorang pelari memberikan dan menerima tongkat dari pelari satu ke pelari lainnya. Pelari pertama akan berlari sambil membawa tongkat yang akan diberikan pada pelari kedua yang sudah bersiap pada posisinya masng-masing, begitu seterusnya sampai pelari terakhir mencapai garis finish.

Area yang digunakan untuk pergantian dan penyerahan tongkat dapat dilakukan dalam zona sepanjang 20 meter. Jika diluar zona tersebut, maka regu yang melanggar akan langsung didiskualifikasi.

Saat memberikan tongkat, berikut hal-hal yang harus dilakukan,

  • Jika tongkat diberikan dari bawah maka pemberi tongkat memberikan dengan tangan kanan dan penerima menerimanya dengan tangan kiri.
  • Ayunkan tongkat dari arah belakang ke depan diayunkan melalui bagian bawah saat memberi tongkat. Sementara penerima tongkat harus sudah mempersiapkan tangannya di belakang dengan telapak yang menghadap bawah.
  • Posisikan tangan penerima berada di bawah pinggang dengan ibu jari dibuka secara lebar dan jari-jari lainnya dirapatkan.
  • Jika pemberi tongkat memberikan tongkat dari atas, gunakan tangan kiri semntara penerima tongkat menggunakan tangan kanan.
  • Kemudian saat ingin memberikan tongkat maka pemberi tongkat bisa mengayunkan tongkat dari depan melalui bagian atas.

Sementara saat menerima tongkat, berikut hal-hal yang harus diperhatikan,

  • Menerima tongkat dengan cara visual yaitu dengan melihat ke belakang yaitu arah datangnya pemberi tongkat, cara ini dilakukan untuk lari estafet berjarak 4×400 meter.
  • Menerima tongkat dengan cara non visual yaitu menerima tongkat tanpa melihat ke belakang arah datangnya pemebri tongkat karena jarak lari estaget ini pendek yaitu 4×100 meter.

 

c. Lari Gawang / Halang Rintang

Lari gawang merupakan lari cepat dengan menempuh jarak tertentu dan melewati gawang sebagai rintangannya yang sudah diatur tingginya. Nomor perlombaan lari ini antara lain:

  • 110 meter Putra, dengan ketinggian gawang 3 kaki (1,067 meter)
  • 400 meter Putra dengan ketinggian gawang 0,914 meter

sedangkan untuk lari gawang putri 100 meter dengan ketinggian gawang 0,840 meter

  • 400 meter dengan ketinggian gawang 0,762 meter.

 

19. Berdasarkan Manfaat Jalan

Jalan merupakan olahraga yang mudah dilakukan bahkan tanpa kita sadari ketika kita beraktivitas dan banyak berjalan itu sudah dikatakan sebagai olahraga. Bisa dibilang, jalan lebih ringan kapasitasnya dalam segi kekuatan daripada ketika berlari. Ini dia yang membedakan manfaat jalan dengan lari:

 

a. Dapat meningkatkan kinerja otak

jalan dapat meningkatkan kinerja otak
jalan dapat meningkatkan kinerja otak

Penelitian yang dilakukan oleh New Mexio Highland University atau NMHU menemukan bahwa ketika kaki berjalan dan mendapatkan tekanan maka suplai darah mulai mengalir ke otak.

Hal ini tentu bermanfaat karena darah berperan sebagai jembatan pengantar sari-sari makanan dan oksigen ke seluruh organ-organ tubuh kemudian ke otak. Apabila aliran darah ke otak berjalan lancar dan berkelanjutan maka jumlah sari-sari makanan dan oksigen pun akan bertambah diterima otak. Inilah yang membuat kinerja otak akan meningkat.

Apabila kinerja otak meningkat, ide-ide dan inspirasi biasanya akan ikut terbuka. Itulah mengapa seringkali orang senang berjalan ke luar rumah untuk mencari inspirasi atau relaksasi orang. Karena secara teknis pun aliran darah memang mengalir lancar ke otak.

 

b. Jantung yang Lebih Sehat

Telah banyak disampaikan oleh peneliti-peneliti kalau jantung dapat bekerja lebih optimal apabila jalan kaki secara rutin. Salah satu penelitian yang ada di California dengan mengumpulkan 15.045 pejalan kaki selama enam tahun dilakukan penelitian pada mereka.

Mereka cenderung terhindar dari penyakit seperti serangan jantung, kolestrol, stroke dan diabetes. Ini ada kaitannya juga dengan poin sebelumnya, apabila berjalan makan aliran darah yang mengalir ke seluruh tubuh termasuk jantung akan lebih lancar sehingga jantung pun akan sehat.

 

c. Berat Badan yang Menurun

Apabila malas melakukan olahraga berat seperti harus lari maka jalan kaki adalah alternatifnya. Jalan kaki cenderung lebih santai dan tidak banyak menguras keringat apalagi jalan kaki paling cocok bagi pemula yang tidak terbiasa olahraga.

Agar dengan berjalan kaki bisa efektif menurunkan berat badan, maka perhatikan hal-hal berikut:

  • Pastikan intensitas jalan kakinya cenderung dengan kecepatan yang lebih cepat
  • Lakukan jalan kaki dengan durasi yang lama
  • Memperhatikan pula asupan makanan khususnya kalori ke dalam tubuh

 

d. Lancarnya Pencernaan

Apabila selesai makan, cobalah jangan terlalu lama berdiam diri seperti tidur-tiduran, duduk sambil bermain hp atau bahkan merokok. Perbanyak jalan-jalan santai saja agar mempercepat aliran sari-sari makanan bergerak dan bisa dicerna lalu diserap.

Kegiatan jalan-jalan santai ini dilakukan 10 – 15 menit saja, mulailah rutin lakukan kebiasaan ini untuk kelancaran pencernaan.

 

e. Menaikkan Mood

Berjalan sekitar 20 – 30 menit di luar ruangan mampu melepaskan hormon endorphin, hormon ini merupakan hormon pelepas rasa nyeri dan peningkat rasa kebahagiaan.

 

20. Berdasarkan Manfaat Lari

Selanjutnya lari yang memerlukan energi lebih banyak daripada berjalan memiliki manfaat yang tidak bisa didapatkan jika hanya dengan berjalan, manfaat tersebut antara lain:

 

a. Menghindari Resiko Obesitas

Bagi yang sibuk di pagi hari, lari di siang hari pun bisa menjadi pilihan tanpa mengurangi manfaat kesehatannya. Dengan melakukan lari siang secara rutin akan menjadikan persendian lebih elastis.

Kelebihan utama lari di siang hari ialah tubuh dalam keadaan sedang tidak kelebihan lemak sehingga kinerja organ jantung dan metabolisme tubuh dapat terjaga tanpa terhalang kinerja organ penting tubuh.

Manfaat lainnya dari olahraga di siang hari ialah terhindar dari resiko obesitas, kondisi tubuh yang mudah berkeringat di siang hari karena terik matahari akan membantu pembakaran lemak lebih cepat dan pengeluaran racun-racun tubuh melalui keringat.

 

b. Meningkatkan Daya Fokus

Salah satu jenis variasi ialah lari zigzag. Lari zigzag ternyata dapat melatih kelincahan seseorang. Biasanya diterapkan oleh para pemain bola, bulutangkis atau basket.

Dengan rutin melakukan lari zigzag, seseorang akan terlatih daya fokus dan berpikirnya. Karena dibutuhkan konsentrasi tinggi dalam setiap gerakan latihan zigzag.

Manfaat tersebut dapat didapatkan dengan melakukan langkah-langkah lari zigzag yang efektif seperti ini:

  • Latihan bolak-balik dengan cepat sebanyak dua sampai tiga kali antara beberapa titik, misalnya empat sampai lima titik
  • Atur jarak setiap titik sekitar dua meter.

 

c. Memperkuat Otot

lari dapat memperkuat otot
lari dapat memperkuat otot

Bagi yang sibuk sepanjang hari, olahraga lari malam tetap bisa menjadi alternatif. Setelah penat seharian beraktivitas, lari di malam hari bisa menjadi relaksasi bagi tubuh dan otak karena gerakan-gerakan yang memperlancar aliran darah.

Kemudian lari malam cocok bagi yang ingin membentuk otot karena hormon pembentuk tubuh di malam hari lebih keluar sehingga lari malam efektif untuk dilakukan.

Selain manfaat yang didapatkan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika lari di malam hari, penting untuk mengetahui kondisi kesehatan tubuh apakah cukup kuat untuk menghadapi suasana malam yang dingin, hal ini perlu diperhatikan bagi orang yang merasakan gangguan pernapasan.

Kemudian orang-orang yang obesitas tidak disarankan lari di malam hari, pada malam tanaman cenderung memproduksi karbondioksida lebih banyak sehingga apabila udara dengan kandungan karbondioksida yang tinggi tidak baik bagi tubuh, keringat yang dihasilkan tubuh pun tidak sebanyak saat lari di pagi hari.

Demikian perbedaan jalan dengan lari yang dirangkum hobikusport.com dari berbagai sudut pandang. Meski sama secara kasat mata namun keduanya memiliki teknik yang berbeda. Baik jalan atau lari, keduanya sama-sama baik untuk dilakukan dalam gaya hidup kita sehari-hari.

 

Referensi

https://bacaterus.com/perbedaan-jalan-dan-lari/

olahragapedia.com

idntimes.com

materipenjasorkes.blogspot.com

Elen

Seorang yang antusias dan hobi olahraga. Hobi pula menuangkan coretannya mengenai informasi olahraga yang disertai dengan riset di blog ini. Menekuni dunia menulis sejak 2010.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *