Perbedaan Renang, Snorkeling, & Diving Segala Aspek (Terlengkap)

Olahraga air adalah salah satu olahraga yang selain menyehatkan tubuh juga merupakan sarana rekreasi karena dapat menyegarkan tubuh dan pikiran. Maka tidak heran jika banyak orang memiliki hobi untuk melakukan olahraga air.

Selain berenang, beberapa olahraga air yang saat ini sedang populer saat ini antara lain adalah snorkeling dan diving atau menyelam. Di mana diving sendiri juga terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu free diving, scuba daving dan skin diving.

Kepopuleran snorkeling dan diving sendiri di Indonesia juga dipengaruhi berbagai macam faktor, utamanya wisata alam air Indonesia yang memang sangat indah. Terlebih iklim Indonesia yang tropis nan panas tentu membuat snorkeling, diving dan berenang menjadi wahana rekreasi prioritas.

Jika berenang mungkin sudah banyak yang tahu ya, lalu bagaimana dengan diving dan snorkeling? Nah, berikut ini adalah informasi tentang definisi masing-masing olahraga tersebut dan apa saja perbedaan yang dipunyai.

 

1. Pengertian Renang, Snorkeling, Diving, Freediving, Scuba Diving, Skin Diving

 

a. Renang

renang
renang

Olahraga air yang banyak diminati sejak jaman dahulu kala sudah tentu berenang. Berenang merupakan olahraga dengan upaya untuk tetap mengapung dan berpindah di dalam air dengan menggunakan gerakan tangan dan kaki yang menggunakan berbagai macam gaya dan teknik.

Berenang dapat dilakukan secara outdoor maupun indoor. Beberapa gaya yang dapat digunakan untuk melakukan olahraga renang antara lain adalah gaya bebas, gaya kupu-kupu, gaya dada hingga gaya punggung.

Di dalam sebuah kompetisi, berenang dapat dilakukan di dalam tim atau beregu maupun secara individu. Dikarenakan telah memiliki sejarah panjang dan populer, renang merupakan salah satu cabang olahraga elite yang dipertandingkan juga di Olimpiade.

Olahraga ini berada di bawah naungan organisasi internasional bernama FINA atau Federation Internationale de Natation. Selain renang, FINA juga membawahi olahraga loncat indah, polo air dan renang indah.

Sedangkan di Indonesia, renang dibawahi oleh PRSI atau Persatuan Renang Seluruh Indonesia. Beberapa atlet renang Indonesia yang memiliki nama baik di kancah nasional maupun internasional antara lain I Gede Siman Sudartawa, Elfira Rosa Nasution, Yessy Yosaputra, Jessica P Laurens, dan masih banyak lagi.

Untuk menjadi seorang perenang yang handal, para pemula wajib berlatih beberapa step sebelum melakukan renang. Di antaranya belajar teknik pernapasan, meluncur, mengapung baru kemudian belajar beberapa teknik dan gaya secara perlahan melalui koordinasi gerakan.

Beberapa alat bantu yang mendukung gerakan renang pemula ataupun membuat gerakan professional menjadi lebih baik antara lain pelampung, kacamata renang, topi renang, fins, pull buoys, hand paddle, swim snorkel, dan sebagainya.

 

b. Snorkeling

snorkeling memakai baju pelampung
snorkeling memakai baju pelampung

Olahraga snorkeling atau yang sering disebut dengan selam permukaan adalah olahraga air yang dilakukan dengan menyelam atau menenggelamkan seluruh tubuh tapi berbatasan tepat dengan permukaan air. Olahraga ini hampir mirip dengan berenang, hanya saja seluruh tubuh berada di dalam air.

Snorkeling membutuhkan beberapa peralatan khusus, yaitu snorkel dan masker selam. Snorkel sendiri adalah alat bantu pernapasan yang memiliki bentuk seperti huruf J di mana bagian bawah (lengkung) dimasukkan ke dalam mulut dan ujung atas berada di atas permukaan air.

Snorkel tersebut memiliki diameter yang berukuran kurang lebih 2 cm dengan panjang sekitar 30 cm. Panjang snorkel sudah memiliki standar tersendiri karena jika menggunakan snorkel yang terlalu panjang, dikhawatirkan orang yang menggunakan akan menghisap kembali karbondioksida yang telah dikeluarkan.

Sedangkan masker selam yang kerangkanya terbuat dari silikon atau karet berfungsi untuk melindungi mata agar tetap bekerja secara maksimal ketika berada di dalam air. Selain itu alat ini juga memiliki katup untuk menutup lubang hidung agar tidak kemasukkan air.

Peralatan lain yang juga digunakan dalam olahraga snorkeling adalah kaki katak. Alat ini sebenarnya adalah sepatu karet yang memiliki bentuk melebar di ujung kaki seperti sirip.

Kaki katak yang digunakan pada olahraga snorkeling memiliki dua jenis, yaitu tumit terbuka atau open heel dan kaki tertutup atau pocket foot. Untuk jenis kaki katak terbuka memiliki ujung sirip yang lebih panjang bila dibandingkan dengan kaki katak tertutup.

Olahraga snorkeling sebenarnya bisa dilakukan oleh semua orang, baik yang tidak bisa berenang maupun tidak bisa mengapung. Untuk kasus ini, mereka dapat menggunakan bantuan baju pelampung.

 

c. Diving

diving
diving

Serupa dengan snorkeling, diving atau menyelam merupakan olahraga air yang ditujukan untuk melihat keindahan bawah laut atau jalan-jalan di bawah laut dengan menggunakan alat pernapasan khusus berupa tabung oksigen. Olahraga ini juga dapat menjadi sarana rekreasi atau wisata air.

Untuk melakukan diving, seseorang harus memiliki skill khusus dan menggunakan peralatan khusus. Biasanya sebelum melakukan diving, ada beberapa pelatihan yang diperlukan agar penyelam dapat merasa aman dan nyaman di bawah laut nantinya.

Beberapa peralatan khusus diperlukan untuk melakukan diving, di antaranya baju selam, kaki katak, kacamata renang dan tabung oksigen. Baju selam akan membuat proses mengapung lebih mudah.

Selain membantu agar badan terapung, di air yang memiliki suhu rendah, baju selam tersebut juga dapat melindung tubuh dari suhu dingin. Tak hanya itu, baju selam juga dapat melindung tubuh dari karang dan hewan beracun atau hewan yang mengeluarkan setrum, seperti ubur-ubur.

Olahraga menyelam dapat dibedakan menjadi tiga tingkatan menurut kedalaman penyelam. Pertama penyelaman laut dangkal sejauh 10 meter, penyelaman laut sedang dengan jarak 10 hingga 30 meter, dan terakhir penyelaman laut dalam untuk jarak yang lebih dari 30 meter dari permukaan laut.

Meskipun dinilai sebagai olahraga ekstrim yang penuh tantangan, diving mash menjadi populer dan tetap dilakukan oleh banyak orang. Terlebih dengan tingkat kedalaman yang berbeda, penyelam akan dapat menemukan keindahan biota laut yang berbeda pula di bagian dasar.

 

d. Freediving

freediving
freediving

Berbeda dengan diving, free diving adalah olahraga menyelam yang diawali dengan terjun bebas ke dalam air dan dilakukan selama mungkin tanpa bantuan alat apapun ketika berada di dalam air.

Dengan kata lain, free diving dilakukan dengan satu tarikan napas penyelaman sehingga membutuhkan penyelam dengan kekuatan menahan napas yang baik dan benar.

Tidak hanya menyelam untuk olahraga saja, kegiatan penyelam dalam free diving juga bervariasi. Beberapa kegiatan yang umumnya dilakukan oleh seorang penyelam free diving antara lain adalah spearfishing atau menangkap ikan dengan menggunakan tombak, fotografi hingga lomba.

 

e. Scuba Diving

scuba diving
scuba diving

Kontras dengan free diving, scuba diving adalah jenis diving yang mengandalkan perlengkapan untuk menunjang kemampuan penyelam. Seperti halnya kata scuba sendiri yang memiliki kepanjangan Self Contained Underwater Breathing Apparatus yang acuannya dari alat yang dibawa oleh penyelam saat melakukan scuba diving.

Berbeda dengan diving, scuba diving kadang memiliki jangkauan kedalaman yang lebih jauh disesuaikan dengan tujuan khusus dilakukannya olahraga tersebut. Tujuan khusus tersebut dapat berupa proyek penelitian alam bawah laut, shooting untuk keperluan film atau iklan hingga operasi militer khusus.

Berdasar dari tujuan itulah maka penyelam yang melakukan scuba diving bukan orang sembarang. Beberapa latihan khusus termasuk beberapa kasus yang lain memerlukan lisensi scuba diving resmi.

 

f. Skin Diving

skin diving
skin diving

Olahraga skin diving juga biasa disebut dengan snorkeling. Hanya saja berbeda dengan snorkeling wisatawan yang menggunakan pelampung.

Skin diving termasuk dalam salah satu pelatihan diving yang biasanya menggunakan peralatan fins, masker dan snorkel saja. Dalam pelatihan diving, materi untuk skin diving yang diajarkan antara lain adalah fins swimming atau berenang menggunakan kaki katak, mask clearing atau membuang air dari masker, membuang air dari snorkel, duck dive dan tuck dive.

Secara umum memang skin diving dilakukan di permukaan air yang dangkal dan disesuaikan dengan kemampuan paru-paru dari masing-masing peserta.

 

2. Beda Renang Vs Snorkeling Vs Diving Vs Freediving Vs Scuba Diving Vs Skin Diving

 

a. Teknik Dasar

Teknik Dasar renang
Teknik Dasar renang

Untuk melakukan renang, beberapa teknik dasar yang perlu dikuasai adalah pernapasan, meluncur, mengapung dan melakukan koordinasi gerakan badan mulai dari tangan, kaki dan kepala. Untuk teknik mengapung sendiri ada dua cara yaitu dengan gaya telentang atau tegak lurus vertikal.

Sedangkan untuk diving, dengan berbagai jenisnya, teknik yang diperlukan antara lain teknik bernapas, berenang, ekualisasi, regulator clearing, regulator recovery, masker clearing, hingga naik ke permukaan.

Ekualisasi adalah teknik untuk melawan tekanan dari luar yang menekan gendang telinga dan membuatnya terasa sakit. Ekualisasi yang paling populer dan mudah dilakukan adalah menjepit hidung dan menghembuskan udara melalui hidung.

Tidak hanya itu, ekualisasi juga dapat ditempuh dengan menggerakkan rahang ataupun menelan ludah.

 

b. Lokasi

Untuk berenang sendiri dapat dilakukan di semua kawasan berair, mulai dari kolam renang, sungai, danau hingga laut. Hanya saja untuk laut tentu ada batasan keamanan yang harus dipatuhi.

Untuk segala jenis diving dan snorkeling, tentu akan lebih baik dilakukan di kawasan perairan dengan pemandangan indah di dasarnya. Tentu saja direkomendasikan untuk melakukan olahraga ini di laut, terlebih untuk laut Indonesia yang terkenal dengan pemandangan bawah lautnya.

Banyak pantai di Bali, Lombok, Sumatera hingga Sulawesi menjadi spot favorit untuk melakukan snorkeling dan diving. Beberapa di antaranya adalah Seminyak, Gili, Sabang, Pahawang, Bunaken, Pulau Lembeh dan masih banyak lagi.

Sedangkan untuk luar negeri beberapa perairan di negara Hawai, Maldives, Thailand dan Australia pun menjadi favorit.

 

c. Peserta / Orang Yang Boleh Ikut

ilustrasi Peserta Orang Yang Boleh Ikut
ilustrasi Peserta Orang Yang Boleh Ikut

Untuk renang ataupun snorkeling bisa dilakukan oleh siapa saja, asal mau berlatih dan tetap tenang ketika di dalam air. Bahkan snorkeling dapat dilakukan oleh orang yang belum bisa berenang, yaitu dibantu dengan menggunakan baju pelampung.

Sedangkan untuk diving, dengan berbagai jenisnya, hanya dapat dilakukan oleh orang dewasa atau minimal 15 tahun dan sudah memiliki lisensi tertentu. Untuk daerah wisata, wisatawan membutuhkan pendamping yang seorang instruktur ahli sebagai guide.

Sama halnya seperti diving, penyelam free diving atau yang sering juga disebut dengan free diver juga harus memiliki sertifikat resmi free diving. Selain itu untuk melakukan free diving, free driver membutuhkan pendampingan instruktur yang berpengalaman.

 

d. Kedalaman Penyelaman

Snorkeling adalah menyelam dengan kedalaman rendah antara 2 hingga 5 meter saja. Selain itu, snorkeling hanya memungkinkan untuk dilakukan pada siang hari karena sangat mengandalkan pencahayaan alami dari matahari.

Untuk diving, kedalaman penyelaman dibagi menjadi tiga yaitu laut dangkal, sedang dan dalam dengan kisaran antara 10 meter hingga lebih dari 30 meter dari permukaan air.

Untuk free diving, kedalaman penyelaman dapat mencapai sejauh 10 meter.

 

e. Peralatan

Peralatan Diving
Peralatan Diving

Untuk berenang peralatan dasar yang dibutuhkan hanya baju renang saja. Namun untuk yang amatir, beberapa peralatan bantu yang disarankan adalah pelampung, kacamata renang dan kaki katak.

Selain itu ada beberapa peralatan tambahan lain yang tidak terlalu wajib digunakan saat berenang, seperti misalnya topi renang, fins, pull buoys, hand paddle dan swim snorkel.

Sedangkan snorkeling, peralatan yang dibutuhkan antara lain pelampung, fins atau kaki katak, pelampung (optional), snorkel dan masker selam yang terdiri dari kacamata dan penutup hidung.

Untuk diving yang levelnya lebih sulit, peralatan yang diperlukan pun lebih kompleks. Di antaranya baju selam, google, selang pernapasan, sepatu katak dan tabung oksigen.

Selain baju selam, scuba diving umumnya menggunakan tabung udara namun disediakan sendiri oleh penyelam. Peralatan lain yang dibutuhkan untuk scuba diving di antaranya adalah regulator tahap 1, regulator tahap 2, octopus, BCD, pemberat badan dan tentu saja baju selam.

Sedangkan free diving tidak membutuhkan alat bantu pernapasan apapun kecuali baju selam atau baju renang, masker dan kaki katak.

 

f. Tujuan

Dibandingkan dengan olahraga renang maupun snorkeling, diving memiliki tujuan lain selain untuk menjaga kesehatan tubuh.

Beberapa di antaranya adalah penyelaman untuk kepentingan keamanan negara atau sering juga disebut dengan tactical diving, penyelaman untuk kebutuhan ilmiah dan penyelaman untuk pembangunan konstruksi bawah air atau pertambangan lepas pantai.

 

g. Manfaat

ilustrasi manfaat renang
ilustrasi manfaat renang

Dari segi manfaat untuk tubuh, jika dapat ditarik benang merah, hampir semua olahraga tersebut memiliki beberapa manfaat yang sama. Di antaranya untuk pelatihan otot tubuh agar lebih lentur dan kuat, melancarkan sirkulasi darah di dalam tubuh dan sebagai sarana pelatihan sistem pernapasan dan kekuatan paru-paru.

 

h. Bahaya Untuk Kesehatan

Untuk olahraga air ini tidak memilki efek samping tertentu untuk kesehatan, malah banyak manfaat yang dapat diperoleh. Hanya saja untuk free diving diperlukan kehati-hatian ekstra karena bergantung pada kekuatan menahan napas untuk jangka waktu yang relatif lama.

 

i. Treatment / Perawatan Untuk Mengurangi Bahaya

ilustrasi kram renang
ilustrasi kram renang

Untuk renang sendiri, treatment yang dilakukan untuk menghindari bahaya di dalam air tentu saja peralatan bantu. Sedangkan dari dalam tubuh sendiri selalu dilakukan pemanasan sebelum berenang, untuk menghindari kram yang memiliki efek berbahaya ketika berada di dalam air nantinya.

Sedangkan diving membutuhkan prasyarat pelatihan selam dan kondisi tubuh layak medis dengan lampiran pernyataan riwayat penyakit atau surat keterangan dari dokter.

Itulah tadi pengertian olahraga air berenang, snorkeling dan diving secara mendalam berikut perbedaannya masing-masing rangkuman hobikusport.com. Semakin kenal dengan olahraga tersebut pasti juga memudahkan Anda untuk menentukan olahraga apa yang ingin dilakukan.

Pastinya perhatikan kemampuan tubuh dan juga budget sebelum menentukan ya. Apapun olahraga yang Anda pilih, pasti masing-masing memiliki dampak positif untuk kesehatan tubuh.

Selain itu dengan melakukan olahraga air tersebut, Anda juga memiliki kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan alam. Positifnya, ilmu jadi bertambah dan stress juga bisa menurun.

 

Referensi :

https://sejarahlengkap.com/olahraga/sejarah-olahraga-renang

https://id.wikipedia.org/wiki/Snorkeling

https://www.simphortour.com/pengertian-diving/

https://tentangoseanografi.wordpress.com/2014/08/30/apa-perbedaan-snorkeling-diving/

https://2dayanotherday.wordpress.com/2013/02/27/open-water-scuba-diving-certification-tahapan-dalam-kegiatan-sertifikasi-selam-pap-dan-lkk/

Elen

Seorang yang antusias dan hobi olahraga. Hobi pula menuangkan coretannya mengenai informasi olahraga yang disertai dengan riset di blog ini. Menekuni dunia menulis sejak 2010.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *